Personal Tips

10 ALASAN MENGAPA ANDA MEMBUTUHKAN STRATEGI DIGITAL MARKETING

Strategi Digital Marketing

Sebuah survey yang dilaksanakan oleh Smart Insight menyatakan, 46% brand/merek tidak memiliki strategi digital marketing yang terarah, sementara 16% lainnya diyatakan telah memiliki namun tidak atau belum mengintegrasikannya secara maksimal pada aktifitas marketing mereka.

Selain itu, jika anda tidak memiliki strategi digital marketing dewasa ini bagaimana anda bisa berharap bahwa bisnis anda akan bertumbuh dan berinovasi sesuai yang diharapkan, dimana strategi digital marketing membantu usaha anda dalam mengukur hasil yang diharapkan dan juga menganalisa atas apa yang telah anda lakukan bagi usaha anda di masa lalu.

strategi digital marketing

Mengapa Perusahaan Anda Membutuhkan Strategi Digital Marketing

1.Usaha yang Tidak Fokus

Dewasa ini jika suatu perusahaan yang tidak memiliki perencanaan atau strategi digital marketing dapat dikatakan bukanlah perusahaan dengan perencanaan bisnis yang matang atau tidak memiliki fokus usaha yang terarah, kaitannya dalam hal ini adalah kepada terwujudnya pencapaian usaha di ranah online terhadap akuisisi pelanggan atau nasabah baru terlebih dalam membangun hubungan yang mendalam dengan para pelanggan lama atau nasabah tetap.

Jika anda tidak memiliki arahan yang jelas maka tentunya anda pun tidak dapat mengalokasikan sumber daya secara tepat untuk dapat mencapai tujuan usaha anda. Sehingga anda pun tidak akan dapat mengevaluasi secara tepat apakah pencapaian yang anda inginkan telah terwujud atau tidak.

Tetapkan Tujuan dan Misi Usaha Anda

Pertama-tama definisikan objek tujuan usaha anda secara menyeluruh – tempatkan strategi digital marketing yang anda pilih dengan baik pada rencana kerja jangka panjang anda. Tetapkan tujuan pencapaian utama digital marketing yang anda ingin wujudkan (sebagai contoh, apakah anda menginginkan usaha anda terkenal sebagai perusahaan yang terbesar dalam penjualan sparepart kendaraan secara online di negara anda? – inilah misi anda).

Tetapkan Tujuan yang Terukur

• Tetapkan dan terapkan Key Performance Indicator (KPI) secara spesifik dengan hal-hal yang dapat anda ukur dan anda dapat pertanggungjawabkan nantinya.
• Berusahalah lebih realistis dengan KPI yang anda tetapkan dan terapkan dengan mengukur pencapaian strategi digital marketing (jika anda memilikinya) yang lalu – hal ini akan menjamin pengukuran yang terarah yang dapat berpengaruh terhadap pencapaian di masa mendatang, hal mana juga menjaga anda untuk tidak menerapkan dan menetapkan pencapaian yang terlalu tinggi di luar jangkauan usaha anda.
• Gunakan metode yang dapat mengukur hasil pencapaian strategi anda – sebagai contoh, anda bisa menggunakan Google Analytic untuk mengukur hasil konversi akuisi yang anda lakukan, atau tool pada Media Sosial yang disertakan atau tool seperti BuzzSumo yang membantu anda untuk melakukan penilaian kesuksesan konten marketing yang anda publikasikan.

2. Anda Tidak Mengetahui Posisi Pasar

Apabila anda belum pernah melakukan riset terhadap hal ini maka sangat dimungkinkan apabila anda memandang remeh terhadap permintaan pasar terhadap adanya layanan secara online. Terlebih anda juga mungkin tidak memahami pasar anda di dunia digital – dinamika yang terjadi di pasar online sangatlah berbeda dengan pasar tradisional yang memiliki profil dan pola sikap pelanggan yang berbeda, pesaing yang berbeda, posisi tawar dan pilihan yang berbeda terutama dalam hal komunikasi marketing yang diterapkan.

3. Banyak Bermunculan Pesaing Baru

Jika anda tidak mendedikasikan sumber daya yang baik bagi implementasi strategi digital marketing perusahaan anda, atau anda menerapkan pendekatan khusus namun tanpa strategi yang jelas maka bersiaplah jika usaha anda akan tenggelam dan kalah oleh pesaing anda.

4. Anda Tidak Memiliki Posisi Tawar Dalam Dunia Digital

Sudah jelas apabila nilai tawar pelanggan yang anda miliki secara online merupakan hal yang penting yang membantu anda membedakan usaha anda di hadapan pelanggan tetap dan calon pelanggan baru untuk tetap loyal kepada anda.

5. Anda Tidak Memahami Pelanggan dengan Baik

Seringkali disebutkan bahwa digital merupakan “media yang terukur”. Namun demikian, Google Analytic dan sejenisnya hanya dapat mengukur banyaknya pengunjung pada website yang anda miliki, tidak demikian terhadap sentimen yang muncul, juga terhadap apa yang mereka pikirkan. Anda memerlukan media aplikasi yang lain yang dapat anda gunakan untuk menghimpun saran, kritik dan atau masukan lainnya yang membantu anda mengidentifikasi kekurangan anda untuk selanjutnya dapat dilakukan perubahan bagi peningkatan mutu usaha.

6. Anda Tidak Terintegrasi

Adalah hal yang normal apabila terlintas di benak anda bahwa aktifitas digital marketing efektif pada tempat yang terisolasi – jauh dari interaksi dan hiruk pikuk – seperti orang memandang bahwa digital marketing spesialis lebih cocok bekerja di ruangan IT atau digital agency yang bekerja secara terpisah dari perusahaan anda. Hal ini adalah opini yang dibentuk sebagian pihak untuk menunjukkan bagaimana strategi digital marketing bekerja. Nyatanya tidaklah demikian, hal tersebut malah tidak efektif. Lebih banyak pihak yang menyetujui dengan pandangan bahwa media digital dapat bekerja dengan maksimal dengan adanya integrasi antara media digital dan media tradisional, karena dengan integrasi itulah strategi digital marketing dapat dibentuk dan diimplementasikan dengan lebih baik.

7. Anda Tidak Memiliki Pengamalan yang Memadai

Sumber daya yang tidak memadai bagi perencanaan dan eksekusi e-marketing disertai pula dengan minimnya pengalaman dalam spesialisasi e-marketing akan menyulitkan perusahaan dalam merespon ancaman persaingan usaha secara efektif.

8. Duplikasi Promosi yang Boros

Ini situasi yang seringkali terjadi pada perusahaan-perusahaan besar dimana anda dapat melihat unit pemasaran yang dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut membeli tool yang berbeda atau menggunakan agen pemasaran digital yang berbeda untuk melakukan tugas pemasaran secara online dengan cara yang serupa.

9. Anda Tidak Cukup Hebat Sebagai yang Terdepan

Jika anda meneliti brand/merek dagang terkemuka semacam Amazon, Dell, Google, Tesco, Zappos, mereka memiliki satu kesamaan, mereka dinamis dalam melakukan usaha. Mereka selalu melakukan cara-cara baru dalam melakukan pendekatan pasar secara online, baik untuk melakukan akuisisi baru atau menjaga pelanggan tetap mereka.

10. Anda Tidak Memiliki Optimisme

Setiap perusahaan yang memiliki website pastilah memiliki tool bagi kepentingan analisa data, tetapi masih banyak senior manager yang tidak yakin apakah team mereka memiliki waktu untuk menganalisa dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan data yang dimiliki. Strategi Digital Marketing memungkinkan anda mendapatkan data-data dasar secara tepat, selanjutnya anda dapat terus melakukan peningkatan pemetaan atas data-data yang bisa anda peroleh guna peningkatan usaha anda; seperti data pencarian usaha anda pada mesin pencari, pengalaman pengguna situs anda melalui data kontak dan saran yang anda miliki, email dan media sosial marketing.

Buatlah Strategi Digital Marketing Namun Jangan Terlalu Berpatokan Padanya, Maksudnya?

Sebelum anda menjadi bingung dengan pernyataan di atas, akan saya jelaskan mengapa demikian – perencanaan yang anda lakukan tidaklah akan pernah sempurna dari awalnya. Tidak setiap asumsi yang anda sertakan akan menghasilkan kebenaran. Walaupun anda telah dengan sangat hati-hati menyusun rencana kerja strategi digital marketing anda – rencana yang terbangun berdasarkan data-data yang akurat, laporan kompetitor, dan analisa mendalam lainnya – anda tetap tidak akan dapat mengetahui dengan pasti bagaimana pasar akan berlaku.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi anda untuk melakukan pengawasan dan evaluasi berkelanjutan terhadap strategi digital marketing yang telah anda susun dan tetapkan sebelumnya dan ukur bagaimana hasil penerapannya, jangan segan untuk melakukan perubahan baik pengurangan atau penambahan elemen yang dibutuhkan untuk tetap menjaga kedinamisan usaha anda.

error: Content is protected !!