Women

7 Jenis Diet yang Pernah Ada. Nomor 5 Paling Ampuh Menurunkan Berat Badan!

7 Jenis Diet yang Pernah Ada

Berat badan berlebih seringkali menjadi mimpi buruk bagi sebagian besar perempuan, apalagi kemunculan double chin. Akhirnya, kamu harus diet untuk mengurangi berat badan dan menghilangkan double chin. Beberapa program diet dirancang untuk pengobatan suatu penyakit. Tapi, tak jarang pula program diet dijalankan sebagai gaya hidup untuk memperoleh badan yang lebih sehat, bugar, serta berat yang ideal. Apakah kamu salah satu yang sedang menjalankan diet, RulaWoman? Berikut ini 7 macam diet yang pernah ada beserta manfaatnya.

1. Diet karbo

Diet karbo atau rendah karbohidrat ini dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat sebanyak 40 gram dari jumlah yang biasa dimakan. Tujuan utama dari diet ini adalah mengatur berat badan. Selain itu, diet karbo juga bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular. Program diet jenis ini perlu diimbangi dengan aktivitas fisik yang rutin untuk mengatur metabolisme dan mencegah hilangnya massa otot saat sedang diet.

2. Diet golongan darah

Sesuai namanya, diet yang digagas oleh Peter D’Adamo, seorang dokter naturopati, ini berbeda-beda sesuai dengan jenis golongan darah yang dimiliki. Terdapat tiga kategori makanan dalam diet golongan darah, yaitu yang bermanfaat, netral, dan harus dihindari. Makanan yang bermanfaat dianggap dapat bekerja sebagai obat. Sedangkan makanan yang netral dianggap sebagai asupan bagi tubuh dan makanan yang harus dihindari sebagai racun. Bagi golongan darah A, diet yang disarankan adalah menjalani pola makan bebas daging dengan konsumsi utama adalah sayur, buah, kacang, dan biji-bijian. Konsumsi yang dianjurkan bagi golongan darah B adalah sayur hijau, telur, daging, dan produk susu rendah lemak. Fokus konsumsi bagi golongan darah AB adalah makanan laut, tahu, produk susu, dan sayuran hijau. Terakhir, bagi golongan darah O dititikberatkan pada diet protein tinggi dengan mengonsumsi daging unggas dan ikan.

3. Diet rendah lemak

Tujuan program diet ini adalah mengurangi jumlah kadar lemak yang ada dalam tubuh dan dapat mencegah penyakit yang diakibatkan oleh lemak tubuh berlebih seperti obesitas dan jantung koroner. Diet ini dirancang bagi para pasien displipidemia, yaitu mereka yang mengalami gangguan metabolisme lemak dalam darah dengan adanya peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kadar trigliserida, serta penurunan kadar kolestorel HDL. Saat menjalani diet ini, ada dua jenis lemak yang perlu kamu konsumsi dalam jumlah sedikit bahkan harus dihindari, yaitu lemak hewani yang berasal dari daging hewan dan nabati seperti yang ada dalam kandungan minyak goreng. Hasil yang dapat kamu peroleh dengan menjalani diet ini adalah berat badan yang ideal dan tubuh yang terlihat lebih ramping.

4. Food combining

Diet ini dikenal dengan cara mengombinasikan berbagai jenis makanan dengan bermacam variasi dan tat acara makan yang benar. Tidak ada aturan berapa jumlah makanan yang dikonsumsi jika kamu menjalani diet food combining ini. Selama makanannya sudah dikombinasikan secara benar dan dimakan pada waktu yang tepat, diet ini akan berhasil. Jenis kombinasi makanan dengan metode food combining ini disusun dengan cara memadukan daging, sayuran, dan buah-buahan dengan porsi daging lebih sedikit daripada sayuran.

5. Diet mayo

Jenis diet satu ini dikabarkan yang paling ampuh untuk menurunkan berat badan hingga lima kilogram dalam waktu kurang dari dua minggu loh, RulaWoman! Nah, karena diet ini yang paling ampuh khasiatnya, maka tak mudah juga loh untuk melaksanakannya. Karena, untuk menjalani diet mayo, kamu harus menghindari konsumsi garam dalam kehidupan sehari-hari. Kebayang kan sulitnya? Kamu harus makan makanan yang hambar setiap harinya karena gak boleh menggunakan garam. Namun, jangan menjalani diet ini dalam kurun waktu yang lama ya, RulaWoman. Kamu bisa kekurangan zat gizi, salah satunya yodium yang berasal dari garam.
6. Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD)

Diet yang satu ini tergolong baru di kalangan masyarakat Indonesia. Dikenalkan oleh seorang mentalist ternama Indonesia, Deddy Corbuzier, program diet ini dikabarkan dapat menurunkan berat badan hingga empat kilogram dalam seminggu. Aturan untuk menjalankan program diet ini cukup sederhana karena konsepnya sama dengan berpuasa. Bedanya, diet ini dilakukan secara bertahap dengan mengikuti ‘jendela makan’, yaitu waktu untuk dapat menyantap makanan. Ada empat tingkat dalam OCD ini, yaitu puasa selama 16 jam, 18 jam, 20 jam, hingga akhirnya sehari hanya boleh makan sekali. Artinya, saat kamu berpuasa selama 16 jam, kamu boleh makan apa saja selama 8 jam sisanya. Saat berpuasa, kamu hanya diperbolehkan minum minuman yang tidak berkalori seperti air mineral, teh tawar, dan kopi pahit. Bagi pemula, dianjurkan untuk mulai makan dari jam 12 siang sampai 7 malam.

7. Diet gluten free

Jenis diet ini mulai menjadi tren di kalangan masyarakat. Orang-orang yang menjalankan diet ini secara ketat harus menghindari komponen gluten—campuran protein yang terdapat dalam gandum dan biji-bijian terkait—dalam makanan sehari-hari. Sebenarnya, diet ini ditujukan bagi mereka yang menderita penyakit celiac, yaitu suatu keadaan di mana tubuh tidak dapat mencerna gluten yang ada dalam makanan. Akibatnya, dapat terjadi pembengkakan dan kerusakan jaringan usus halus bagi para penderita penyakit celiac. Namun ada pula yang menjadikan gluten free sebagai pilihan gaya hidup. Jika kamu berniat mengubah gaya hidupmu dengan menerapkan diet gluten free ini, kamu hanya diperbolehkan makan produk makanan selain gandum dan biji-bijian terkair serta yang memiliki label gluten free saja.

Source link

error: Content is protected !!