Women

Abu Vulkanik Gunung Api Bisa Sangat Membahayakan Kesehatan dan Rumah – Begini Cara Membersihkannya yang Paling Efektif!

Kemarin, secara mendadak, Gunung Merapi yang ada di Yogyakarta terbatuk-batuk, dan mengeluarkan asap tebal khas, yang dikenal dengan nama wedhus gembel. Siang harinya pun, kota Yogyakarta terselimuti hujan abu vulkanik.

Sontak, warga Yogyakarta–terutama yang berada di sekitaran kaki Gunung Merapi–pun panik. Teringat lagi kengerian amarah gunung api ini di tahun 2010. Saya ikut mantengin beberapa akun Twitter resmi badan-badan pengawas Gunung Merapi, BMKG dan bencana alam, demi bisa memantau kondisi Merapi.

Ya, saya mengalami sendiri dampak amukannya di tahun 2010, dan rasanya saya masih nggak mau kalau harus mengalaminya lagi, Ma. Hehehe. Syukurlah, letusan Gunung Merapi kemarin tidak terlalu parah. Selepas pukul 13.00, hujan abu pun berangsur berhenti. Tinggal menyisakan lapisan abu vulkanik tipis di jalanan, halaman, permukaan daun, dan mobil, serta berbagai permukaan di luar ruangan.

Nah, sekarang biasanya yang jadi acara wajib adalah membersihkan abu vulkanik yang masih bertebaran ini nih, Ma. Pembersihannya sesuatu banget kalau untuk abu vulkanik, nggak bisa sembarangan.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan jika seandainya Mama harus membersihkan rumah dari abu vulkanik (semoga enggak harus sih)

1. Kenakan pelindung sebelum mulai membersihkan

Abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan, Ma. Jadi, sebelum mulai membersihkan, kenakanlah masker (pakailah secara terbalik, kain filter berada di luar), kacamata, pelindung tangan (pakailah kaus lengan panjang), dan kalau ada, pakailah sepatu boot.

Akan lebih baik, jika Mama bekerja sama dengan para tetangga untuk bersama-sama membersihkan lingkungan. Koordinasi dengan badan terkait juga akan lebih baik, Ma.

2. Jangan dibasahi dengan air yang terlalu banyak

Membersihkan abu vulkanik dengan membasahinya adalah cara pembersihan yang kurang tepat, Ma.

Jika dibasahi dengan air, maka abu vulkanik akan membentuk bahan seperti lem. Lengket gitu, malahan, Ma, sehingga makin sulit dibersihkan lantaran abunya menjadi lebih berat.

Cara terbaik adalah dengan mengelapnya dengan lap yang lembap–bukan basah–secara lembut dan jangan ditekan. Abu vulkanik kalau dilihat melalui mikroskop punya sudut-sudut yang tajam, Ma, sehingga bisa merusak permukaan jika tertekan.

Atau Mama juga bisa menciprati permukaan yang terkena dengan abu. Tapi jangan terlalu banyak ya, cukup hanya untuk mencegahnya agar nggak terbang saja abunya. Lalu sapu dan disekop dengan hati-hati.

3. Bersihkan mulai dari atas

Kalau hujan abu vulkanik terjadi cukup parah, maka pastinya atap rumah pun akan terselimuti parah juga. Nah, Mama bisa mulai dari sini. Sebaiknya segera bersihkan abu vulkanik dari atap rumah, Ma, karena abu vulkanik itu berat. Kalau menumpuk terlalu lama, apalagi lalu terkena hujan dan air sehingga ia malah lengket, makin membebani struktur rumah. Dan, ini akan membahayakan rumah Mama.

Jadi, rencanakanlah untuk membersihkan atap rumah secepatnya begitu kondisi sudah aman. Caranya sama, ciprati dengan air sedikit saja, lalu sapu dan sekop.

Hati-hati ya, karena atap rumah akan cenderung licin jika tertutup abu vulkanik. Lebih baik, Mama mencari tenaga bantuan untuk mengerjakannya. Jangan biarkan Papa sendirian di atas sana.

4. Hati-hati bisa terjadi penyumbatan

Hati-hati terhadap berbagai lubang di rumah, Ma. Seperti talang, selokan, rembesan, dan berbagai saluran air yang ada di sekitar rumah. Jangan membuang abu vulkanik ke lubang-lubang ini.

Bahkan, harus dijaga jangan sampai menambah timbunan abu vulkanik yang sudah masuk ke dalamnya sebisa mungkin, karena sangat rentan terjadi penyumbatan lantaran sifat abu vulkanik yang lengket banget kalau terkena air.

Image via Alinea ID

5. Buang ke tempat yang seharusnya

Abu vulkanik bisa merusak sampah yang lain. Jadi, jangan satukan pembuangan abu vulkanik dengan jenis sampah yang lain. Tempatkan abu vulkanik dalam kantong plastik yang kuat dan tebal, supaya nggak bocor. Ikat kuat, jangan sampai terbuka.

Biasanya pemerintah akan menyediakan truk-truk pengangkut abu vulkanik di beberapa tempat jika memang hujan abunya cukup parah. Mama bisa mengumpulkan kantong-kantong berisi abu vulkanik di truk tersebut.

Kalaupun enggak, Mama bisa membawanya ke tempat pembuangan sampah, namun pisahkan dari jenis sampah yang lain.

6. Rawat mobil

Mobil juga menjadi salah satu hal yang harus segera dibersihkan dari abu vulkanik, Ma, apalagi kalau hujan abu terjadi cukup parah.

Selain Mama harus segera mencucinya–hati-hati saat membersihkan abu vulkanik dari kaca mobil karena bisa tergores–segera ganti juga filter udara, filter oli, dan juga kampas rem. Karena di tempat-tempat tersebut, bisa menjadi tempat menumpuknya abu vulkanik.

7. Segera ganti baju

Setelah selesai kerja bakti membersihkan abu vulkanik, segera bersihkan diri dengan mandi. Ganti baju yang dipakai untuk membersihkan, karena mungkin sisa abu vulkanik masih menempel di baju.

Nah, semoga beberapa tip membersihkan abu vulkanik di atas bisa sedikit membantu Mama ya, jika seandainya Mama harus mengalami berada di area yang terkena dampak gunung meletus.

Semoga kita semua selalu dilindungi dari marabahaya ya, Ma, dan semoga kondisi menjadi lebih baik secepatnya. Amin!

Source link

error: Content is protected !!