Sports

Agar awet muda meski usia bertambah tua

JAKARTA. Gaya hidup dan pola makan yang tidak teratur, stres dan juga kurang olahraga merupakan kebiasaan yang bisa memicu beberapa gejala penyakit. Jika beberapa kebiasaan buruk tersebut sering dilakukan akan membuat fungsi beberapa organ tubuh menurun.

Tidak hanya organ dalam tubuh, organ luar seperti kulit juga akan terpengaruh beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan tersebut. Bagi yang berumur 30 tahun lebih, dengan gaya hidup tidak sehat, beberapa tanda pada kulit seperti hilangnya elastisitas, kering dan mulai munculnya bintik bintik akan sering terlihat.

Dokter muda sekaligus praktisi kesehatan di salah satu puskesmas di Jawa Tengah, Cicie Arina menjelaskan perubahan kulit menjadi salah satu indikator dari penuaan dini. “Pemicunya karena gaya hidup dan pola makan yang buruk juga karena efek buruk polusi udara dan stres,” ujar Cicie, Kamis (19/1).

Menurut Cicie, ada tiga faktor utama penyebab terjadinya penuaan dini. Pertama, faktor eksternal seperti sering terpapar radikal bebas, sinar matahari, pendingin udara, sering merokok dan minum alkohol.

Kedua, faktor internal pendorong penuaan dini seperti genetis, hormonal. Ketiga, adanya penyakit lain yang sedang diderita.

Ahli Gizi RSUD dr Sayidiman Magetan, Budi Warniati menambahkan, beberapa kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol juga bisa mempercepat adanya penuaan dini. Nikotin misalnya, dapat mengurangi kelembaban kulit. Akibatnya, kulit menjadi kusam kering dan kasar.

Nikotin juga dapat menurunkan kadar vitamin A yang berfungsi sebagai antioksidan bagi sel kulit. Apalagi jika kurang serat menyebabkan penurunan kondisi kulit. Padahal kulit memerlukan nutrisi agar terus memperbaharui sel untuk melawan polusi, radikal bebas dan paparan ultraviolet dari sinar matahari.

Cegah dari dalam

Beberapa pencegahan bisa dilakukan baik dari dalam maupun luar. Menangkal penuaan dini dengan menggunakan tabir surya ketika Anda melakukan aktivitas di luar.

Rajin menggunakan masker sebelum tidur juga akan mengurangi efek negatif dari paparan radikal bebas dan sinar UV. Bagi kaum hawa, penggunaan pelembab kulit seperti: body lation atau body butter layak ditiru kaum pria.

Perawatan dari dalam juga tidak boleh diacuhkan. Konsumsi vitamin dan antioksidan juga dibutuhkan.  Menurut Budi, konsumsi sayur dan buah segar berwarna menjadi sumber nutrisi dan antioksidan untuk menjaga kecantikan kulit.

Misalnya sayur brokoli, kacang-kacangan, jagung, kubis, hingga lobak. Bawang putih juga dipercaya mampu menangkal radiasi.  Sementara untuk buah antara lain alpukat, melon, anggur merah. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan garam sebaiknya dihindari.

Rajin mengonsumsi teh hijau  dan minum sebanyak 2,5 liter per hari serta menghindari kopi dan minuman kemasan ampuh untuk memperlambat regenerasi sel. Plus, menjaga lapisan sabun yang berfungsi melembabkan dan melindungi kulit dari polusi udara.

Selain teh hijau, susu juga layak menjadi pilihan menangkal radikal bebas.  Kandungan protein pada susu berfungsi sebagai zat pembangun dan memelihara tubuh yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan.

Mengutip dari jurnal Universitas Indonesia, meminum susu disarankan sebelum tidur. Sebab saat tubuh beristirahat susu ternyata mempunyai kemampuan mengikat logam-logam yang bertebaran akibat polusi.

Dalam hal ini, susu dapat bermanfaat meminimalisir dari dampak racun yang masuk dalam tubuh dari polusi. Selain menangkal polusi, susu berguna mempercantik kulit.

Jangan lupa pula untuk menjaga kebugaran dengan berolahraga cukup dan mengkonsumsi vitamin dan bahan lain yang bekerja sebagai antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, karoten dan glutathione. Juga vitamin lain seperti vitamin A, B1, B2, B5, B6 serta mineral, zat besi, zink, selenium.


Source link

error: Content is protected !!