Tips

Asal Muasal Tradisi Mudik Lebaran

mudik lebaran

Salah satu keunikan yang ada di Indonesia adalah tradisi mudik lebaran. Mudik Lebaran bagi masyarakat Indonesia merupakan moment paling ditunggu-tunggu, bahkan konon banyak masyarakat non muslim di Indonesia yang ikut merayakan tradisi mudik dengan pulang ke kampung halamannya saat menjelang lebaran.

Pulang kampung secara besar-besaran yang dilakukan menjelang lebaran, memang hanya terjadi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia. Mungkin kamu juga salah satu dari sekian juta orang yang mau mudik lebaran ini?

Sebelum melakukan perjalanan mudik lebaran, kita cari tahu dulu yuk, sejarah dan asal muasal tradisi mudik di Indonesia.

Asal usul kata mudik lebaran

Menurut beberapa ahli, kata mudik berasal dari beberapa kata. Asal muasal kata mudik yang pertama berasal dari kata “udik” yang artinya kampung, mungkin kamu pernah dengar umpatan “dasar orang udik!!!” yang berarti dasar orang kampungan. Kata udik ini kemudian mendapatkan tambahan kata “mulih” atau dalam bahasa jawa bermakna pulang. Penggabungan kata “mulih” (pulang) dan “udik” (kampung) inilah yang kemudian disingkat menjadi mudik atau mulih udik (pulang kampung).

Asal muasal kata mudik juga ada yang mengatakan berasal dari kata “mulih” dan “dilik” yang dalam bahasa jawa artinya pulang sebentar. Terakhir, mudik berasal dari kata “udik” yang bermakna selatan atau hulu, ini merupakan lawan dari kata hilir.

Pada saat Jakarta masih bernama Batavia, pengiriman barang banyak melalui transportasi air, dan saat perahu berangkat melakukan pengiriman orang-orang menyebutnya dengan kata milir atau ke hilir, dan untuk perahu yang hendak menepi atau ke darat mereka menyebutnya mudik. Disinilah kemudian muncul istilah hilir-mudik. Penyebutan kata milir sampai sekarang masih digunakan di nelayan pantura untuk menunjukkan jika mereka berangkat ke laut.

Asal muasal tradisi mudik yang ada sejak ratusan tahun

Sejarah tradisi mudik di Indonesia konon sudah ada sejak ratusan tahun silam, bahkan sejak masa pemerintahan Majapahit. Saat Kerajaan Majapahit berkuasa (tahun 1293 sampai 1527 M), hampir seluruh kawasan Nusantara menjadi daerah kekuasaannya. Inilah yang kemudian menjadikan penduduk Majapahit bisa berkelana membuka lahan baru dimana saja, untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan.

Mereka yang pergi berkelana hingga ke luar pulau jawa, kemudian akan pulang kampung saat mendekati hari-hari besar keagamaan, sebagai informasi saja, masyarakat Majapahit kala itu merupakan masyarakat yang taat agama, menunjung tinggi rasa toleransi, dan sangat religius. Tujuan mereka pulang kampung ialah untuk membersihkan makam para leluhur, dan berkumpul dengan sanak saudara. Namun tradisi pulang kampung saat hari besar keagamaan saat itu belum bernama mudik.

Kata mudik untuk menyebutkan pulang kampung saat mendekati hari besar keagamaan baru mulai tenar sekitar tahun 1970an. Saat Ibu Kota Jakarta sedang pesat-pesatnya melakukan pembangunan dan semakin banyaknya perantau yang datang ke Ibu Kota untuk meraup rejeki.

Mudik lebaran dan liburan keluarga
asal muasal mudik lebaran

Kini mudik tidak hanya bertujuan untuk membersihkan makam keluarga yang sudah tidak ada, atau untuk berkumpul bersilaturahmi dengan keluara. Mudik juga kini menjadi waktu berlibur yang tepat bagi keluarga, khususnya mereka yang telah lama hidup di kota dan ingin merasakan ketenangan desa.

Hal ini bisa kita lihat dengan padatnya pusat wisata saat musim mudik lebaran tiba. Banyak pemudik yang memanfaatkan waktu mudik untuk berlibur bersama keluarga, selain karena biasanya terdapat libur panjang, liburan saat mudik juga dinilai lebih bermakna dengan kemacetan yang menjadi khasnya.

Itulah sejarah dan asal muasal tradisi mudik yang hanya ada di Indonesia. Sebagai warga berbudaya timur, masyarakat Indonesia memang dikenal sebagai masyarakat yang menunjung tinggi rasa sosial dan kekeluargaan. Inilah yang menjadikan tradisi mudik pulang kampung selalu dinantikan masyarakat Indonesia, sebab mudik merupakan moment bersosial dan berkumpul dengan keluarga yang terjadi setahun sekali.

error: Content is protected !!