Sports

Begini Siasat Mengonsumsi Makanan yang Kurang Baik

Banyak dari makanan yang kita sukai merupakan makanan yang kurang baik. Dan terkadang kita hanya mengikuti insting kita yang pada saat itu ingin makan apa. Misalnya, saat itu ingin makan gorengan, sebisa mungkin kita akan mencari tukang gorengan hingga ketemu.

Naluri makan kita tidak hanya datang saat perut lapar, tapi juga saat mata atau batin lapar, demikian menurut dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt, konsultan pengendalian berat badan yang juga pemilik Lighthouse Indonesia.

Itulah mengapa makanan tidak lagi menjadi sekadar makanan. Misalnya, saat kepanasan kita mencari makanan yang dingin seperti es krim. Saat kedinginan kita mencari makanan hangat, seperti bakso. Bila sedang bosan, lelah bekerja, atau banyak pekerjaan, yang cenderung dicari adalah makanan yang dapat membuat kita nyaman.

Naluri makan seseorang dimulai sejak bayi. Awalnya karena lapar, tapi seiring bertambahnya usia dan pengaruh lingkungan, seseorang tidak hanya makan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya saja. Kita juga makan untuk memenuhi keinginan mata atau batin demi kenikmatan atau rasa nyaman yang bisa didapatkan dari makanan.

Kecenderungannya, kita memilih makanan berdasarkan penampilan visual dan rasa yang melambangkan bahwa makanan itu enak dimakan dan bergizi tinggi untuk membantu kelangsungan hidup. Misalnya, kita akan lebih tertarik pada makanan yang berwarna merah dan bukan hijau, lebih suka yang manis dan gurih, dan bukan yang pahit atau asam.

Itulah sebab makanan-makanan tertentu disebut comfort food. Sebenarnya comfort food bisa juga sehat dengan menyajikannya sebagai seductive nutrition. Ini merupakan sebuah pendekatan baru dalam memberikan pilihan makanan yang lebih sehat tanpa harus mengorbankan kelezatan rasa, pengeluaran, dan keinginan untuk memanjakan diri.

Supaya timbangan Anda tidak terlalu bergeser ke kanan, dr. Grace memberikan tip cara memilih dan menyajikan beberapa jenis comfort food yang tetap bagus – paling tidak mengurangi dosa diet – untuk tubuh Anda, sekaligus memuaskan keinginan batin.

1. Siasat mie instan

Ganti mie dengan bihun yang kandungan kalorinya lebih sedikit. Jangan tambahkan kornet, lebih baik gunakan sayuran plus telur (buang bagian kuningnya).

2. Siasat bubur ayam

Pesan bubur ayam, lengkap dengan telur dan suwiran daging ayam. Tapi pesan tidak menggunakan kerupuk dan cakwe. Kalau bisa, kurangi porsinya hingga setengah.

3. Siasat telur rebus atau 1/2 matang

Bila porsi biasa untuk Anda adalah dua butir, makan bagian putih telurnya dan satu bagian kuningnya saja.

4. Siasat gorengan

Kalau Anda tidak dapat menolak godaan ini, pilih tahu dan tempe – jangan bakwan. Dengan catatan, batasi jumlah yang Anda makan dengan super ketat.

5. Siasat ayam goreng

Lupakan ayam goreng siap saji. Lebih baik buat sendiri, tanpa terigu dan gunakan minyak yang baru.

6. Siasat burger

Pilih yang menggunakan ikan atau ayam, jangan daging sapi. Pastinya, Anda tepat tidak boleh memesan versi ukuran besar.

7. Siasat keripik

Pilih keripik dengan bahan dasar sayuran, misalnya bayam, jamur atau rumput laut. Pilihan ini lebih aman daripada keripik kentang.

8. Siasat teh

Umumnya, teh disukai karena aromanya, bukan rasa manisnya. Malah sebenarnya Anda bisa menggantikan rasa manis tersebut dengan memilih teh beraroma jasmine atau mawar.

9. Siasat kopi

Biasakan minum kopi tanpa gula. Atau, sajikan kopi dan gula secara terpisah. Aduk kopi terlebih dulu, baru masukan sedikit gula. Itu akan memberi Anda kesempatan untuk berpikir bila ingin menambahkan lebih banyak gula.

 


Source link

error: Content is protected !!