Sports

Beri camilan pada anak harus perhatikan nutrisi

JAKARTA. Bayi sampai usia 2 tahun merupakan tahapan periode emas tumbuh kembangnya, oleh karena itu orangtua wajib memperhatikan dan mempraktikkan pola makan bergizi seimbang untuk bayinya, termasuk dalam hal camilannya.

Camilan untuk bayi, terutama yang berusia di atas 10 tahun bisa diberikan di antara dua waktu makan utama. Sebaiknya jangan pilih camilan dalam bentuk butiran keras karena bisa membuat bayi tersedak, misalnya kacang-kacangan atau buah berbiji.

Saat ini di pasaran memang banyak tersedia produk camilan untuk bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI atau berusia di atas 6 bulan. Tetapi, sebaiknya perhatikan dengan detil kandungan nutrisinya.

Market nutritionist PT Nestle Indonesia, Eka Herdiana, mengatakan kudapan untuk anak harus mengandung zat gizi penting, mulai dari energi, protein, lemak, dan vitamin.

“Vitamin dan mineral harus ada di situ,” kata Diana kepada Kompas Lifestyle saat peluncuran Celerac Nutripuffs dari Nestlé di D’Lab, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (24/5).

Diana menjelaskan, kebutuhan energi total untuk bayi di atas usia enam bulan adalah 500 sampai 700 kalori per hari. Mengenai kudapannya, Diana mengatakan jumlahnya tergantung pada berat badan anak.

Namun, secara umum bayi perlu zat besi tujuh hingga delapan miligram per hari. Zat besi bisa kita dapatkan dari sayuran, daging, atau camilan yang sudah diperkaya zat besi.

Zat besi sangat penting untuk mencegah anemia. Tanda-tanda anak kekurangan zat besi antara lain, lemas, lebih suka tidur-tiduran, dan sering mengantuk. Bayi juga menjadi rewel dan lebih mudah sakit. (Kahfi Dirga Cahya)

 


Source link

error: Content is protected !!