Personal

Cerutu dan Simbol Kesuksesan – Bagian I

cigaraccessories
 

Sejarah dan Pembuatan Cerutu

Cerutu, siapa yang tidak mengenalnya? Cerutu adalah daun tembakau yang telah difermentasi dan dilinting dengan erat dengan cara melinting dan ukuran yang tepat sehingga pada saat dibakar menghasilkan asap yang memiliki aroma dan citarasa yang khas yang dapat dinikmati oleh pencinta cerutu.

Tembakau cerutu tumbuh secara signifikan di Brazil, Kamerun, Kuba, Republik Dominika Honduras, Indonesia, Meksiko, Ekuador, Nikaragua, Panama, Pilipina, Kepulauan Kanari, Itali dan Amerika Timur. Sejarah berawalnya cerutu ini masih belum diketahui dengan jelas. Di Guatemala ditemukan cangklong tembakau yang berasal dari abad ke 10 yang digunakan untuk mengisap tembakau yang dilinting dan diikat layaknya cerutu. Selain itu terdapat kata “Sicar”, adalah kata yang digunakan oleh bangsa Maya untuk mengisap tembakau dan ini mungkin yang menginspirasi kata “cigar” atau “cerutu”.

cerutu
Secara etimologi – asal usul kata – kata cerutu berasal dari Bahasa Spanyol, yaitu Cigarro, yang mana kemungkinan besar berasal dari kata yang dimiliki oleh Bangsa Maya, Sicar (menghisap tembakau yang digulung).

Cerutu juga dikenal sebagai simbol kesuksesan, elegant, kekayaan dan lain-lain. Hal tersebut tidaklah salah jika mengingat harga dari cerutu ini sendiri tidaklah murah dan hanya bisa didapat ditempat-tempat ekslusif. Jika anda berminat untuk ingin mengenal cerutu atau mungkin mulai ingin mengkoleksi atau menikmatinya, tidak ada salahnya anda mengenal sejarah cerutu lebih dalam.

Sejarah Cerutu

Diyakini oleh sebagian besar orang bahwa yang memperkenalkan cerutu pertama kali ke Eropa adalah penjelajah dunia, Christopher Columbus. Tiga awak kapal Columbus pada perjalanan tahun 1492, Rodrigo de Jerez, Hector Fuentes dan Luis de Torres mengatakan bahwa mereka menemukan tembakau pertama kali di kepulauan Hispaniola, yang saat ini merupakan kepulauan Haiti di Negara Republik Dominika. Mereka mengetahui tembakau ini setelah penduduk setempat kepulauan tersebut menunjukkan apa yang dinamakan tembakau yang memiliki aroma yang khas. Tembakau kemudian menyebar dengan cepat ke seantero kepulauan Karibia dan sampai ke Kuba setelah Columbus berlabuh di sana. Awak kapal melaporkan kepada Columbus bahwa penduduk setempat Kuba atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tainos, mengisap cerutu dengan menggunakan cara primitif yaitu menggulung tembakau dengan daun kelapa atau daun pisang yang telah dikeringkan.

columbus
Pada saat itu, Pelaut Spanyol dan pelaut Negara Eropa lainnya mulai mengadopsi hobi menghisap tembakau yang dilinting, begitu pula dengan para penjelajah dunia. Kegiatan menghisap cerutu ini menyebar ke Spanyol dan Portugal dan sampai pula ke Perancis, kemungkinan besar penyebaran ke Perancis ini di bawa oleh Jean Nicot – Duta Besar Perancis bagi Portugal – yang namanya kemudian terkenal sebagai zat yang terdapat pada tembakau yaitu “nicotine”. Tren ini lalu menyebar ke Italy, setelah Sir Walter Raleigh melakukan perjalanan ke Amerika dan dilanjutkan ke Inggris. Menghisap tembakau kemudian menjadi popular ke seluruh penjuru Eropa – terutama setelah diperkenalkannya cara menghisap menggunakan pipa rokok/cangklong buatan Inggris pada pertengahan abad ke 16. Tembakau pada awalnya dipercaya memiliki khasiat kesehatan, namun beberapa orang menganggapnya tidak demikian, dua diantaranya yaitu Raja Phillip II dari Spanyol dan Raja Inggris James I.

kingjames
Sekitar tahun 1592, Kapal perang Spanyol, San Clemente membawa 50 kg benih tembakau ke Philipina melalui jalur perdagangan Acapulco – Manila. Benih tembakau tersebut kemudian di distribusikan oleh misionaris Katolik Roma, di mana para pastor tersebut menemukan bahwa Philipina memiliki tanah dan iklim yang sangat cocok untuk bertanam tembakau yang dapat menghasilkan tembakau dengan kualitas tinggi.

Pada abad 19, menghisap cerutu sudah menjadi hal yang umum, sedangkan rokok saat itu masih sangat jarang. Pada awal abad 20, Rudyard Kipling penyair terkenal Inggris menulis sajak mengenai merokok yang terkenal yaitu “Pertunangan”, dimana sajak tersebut menegaskan pentingnya industri tembakau, dimana pengusaha mempekerjakan banyak orang sebelum pada akhirnya mesin lah yang akan menggantikan orang-orang tersebut dalam membuat cerutu dan rokok.

Pada tahun 1869, Pemilik pabrik pembuat cerutu di Spanyol, Vicente Martinez Ybor, memindahkan lokasi utama pabriknya dari Kuba, Havana ke Key West, Florida. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kekacauan yang ada selama tragedy “Perang 10 Tahun” di mana Kuba berperang menuntut kebebasan dari Spanyol. Kebijakan ini diikuti oleh pabrikan lainnya untuk memindahkan lokasi bisnis mereke ke Key West. Sejak itulah Key West menjadi pusat utama pembuatan cerutu. Pada tahun 1885, Ybor berpindah kembali, kali ini ia membeli sebidang tanah di Tampa, Florida dan membangun pabrik pembuat cerutu terbesar di dunia saat itu. Di kota baru yang bernama Kota Ybor inilah rival sekaligus sahabatnya dan pemilik Flor de Sanchez y Haya, Ignacio Haya turut membangun pabriknya pada tahun yang sama, yang mana hal ini kemudian di ikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya, terutama setelah kebakaran besar melanda Key West pada tahun 1886. Ribuan orang Kuba dan Spanyol berbondong-bondong datang ke kota baru ini dari Key West, Kuba dan New York untuk memproduksi ratusan juta cerutu setiap tahunnya. Produksi cerutu mencapai puncaknya pada tahun 1929 dimana para pekerja di Kota Ybor dan West Tampa berhasil memproduksi 500.000.000 batang cerutu Havana, hingga kota tersebut mendapat julukan “Ibu Kota Cerutu Dunia”.

harvestingtobacco
Di New York, cerutu diproduksi secara manual oleh para pekerja di rumah mereka. Tercatat pada tahun 1883, cerutu diproduksi di 127 apartment di New York, mempekerjakan 1.962 keluarga dan 7.924 individu. Pada tahun 1905, terdapat 80.000 usaha pembuatan cerutu di Amerika, sebagian besar merupakan usaha rumahan yang langsung di jual di toko milik mereka sendiri. Saat ini pembuatan cerutu sudah banyak menggunakan mesin, namun sebagian demi menjaga gengsi dan kualitas tetap dikerjakan secara tradisional, terutama di Amerika Tengah dan Kuba. Cerutu yang dikerjakan secara tradisional dikenal dengan sebutan totalmente a mano atau hecho a mano, pembuatan secara tradisional menggunakan tangan ini menjadikan cerutu jenis ini masuk dalam kategori premium. Sejak tahun 90 an pertikaian antara pembuat cerutu dengan penggemar cerutu mengenai cerutu premium yang dibuat secara tradisional dengan mesin pabrik tidaklah menukan titik temu, masing-masing memiliki alasan sendiri dalam menentukan kualitas premium atas produksi sebuah cerutu.

Proses Pembuatan

Proses Curing

Proses pengeringan dengan menggunakan pemanasan dan penganginan di tempat teduh dimaksudkan untuk mengurangi kadar gula dan kadar air tanpa menyebabkan daun tembakau menjadi busuk. Proses ini dilakukan setelah daun tembakau dianggap cukup usia dan dapat dipanen. Proses ini di sebut Proses Curing, membutuhkan waktu antara 25 dan 45 hari dan bervariasi berdasarkan pada kondisi iklim serta gudang atau lumbung yang digunakan untuk menyimpan tembakau yang dipanen tersebut. Proses curing memanipulasi daun tembakau berdasarkan jenis nya dan warna yang ingin dihasilkan.

curingprocess

Proses Fermentasi

Bagian kedua dari proses pembuatan ini disebut fermentasi, dilakukan di bawah kondisi yang dirancang untuk membantu daun dapat mengering secara perlahan. Suhu dan kelembaban dikontrol untuk memastikan bahwa daun terus berfermentasi, tanpa membusuk atau hancur. Di sinilah cita rasa, pembakaran, dan karakteristik aroma daun ditentukan.

Setelah daun telah memiliki usia tertentu yang diinginkan, mereka mulai disortir untuk digunakan sebagai filler atau pembungkus berdasarkan penampilan mereka dan kualitas secara keseluruhan. Selama proses fermentasi ini, daun harus selalu dilembabkan dan ditangani dengan hati-hati untuk memastikan setiap daun yang difermentasi memiliki kualitas terbaik untuk digunakan. Daun akan terus dibungkus, diperiksa, dibungkus, diperiksa kembali secara berulang-ulang untuk memastikan proses fermentasi berjalan sesuai dengan kualitas yang diinginkan oleh pabrik untuk dapat digunakan pada proses lanjutan yaitu proses produksi cerutu.

cigarfermentation
Atas hal ini maka cerutu yang berkualitas masih dihasilkan dari buatan tangan. Pembuat cerutu yang sangat berpengalaman dapat menghasilkan ratusan cerutu yang sangat sangat identik dan bermutu setiap harinya. Pembuat cerutu sangat menjaga kelembaban tembakau – khususnya yang digunakan sebagai pembungkus cerutu – dan menggunakan pisau berbentuk bulan sabit yang dirancang khusus, yang disebut chavetas, untuk membentuk filler dan daun pembungkus cerutu secara cepat dan akurat. Setelah dilinting, cerutu disimpan dalam kotak kayu yang kering, di mana cerutu-cerutu tersebut akan dirapihkan kedua ujungnya untuk membentuk ukuran yang sama. Di tahap ini cerutu sudah dapat dikatakan sempurna dan dapat awet puluhan tahun jika disimpan pada ruangan yang memiliki suhu 21 ° C (70 ° F), dan 70% kelembaban relatif.
Setelah cerutu dibeli, sebaiknya langsung disimpan dalam kotak kayu khusus, atau biasa disebut humidor, dimana kondisi cerutu dapat dikontrol secara cermat untuk jangka waktu yang lama. Bahkan jika cerutu menjadi kering, dapat dilembabkan kembali secara bertahap dalam kotak penyimpanan tersebut. Hilangnya minyak tembakau asli pada cerutu, bagaimanapun, akan sangat mempengaruhi rasa dan aromanya.

cigarhumidor
Beberapa cerutu, terutama merek premium, menggunakan varietas tembakau yang berbeda untuk filler dan bungkusnya. Cerutu filler panjang adalah cerutu dengan kualitas yang jauh lebih tinggi dari cerutu pada umumnya, karena harus menggunakan daun tembakau yang panjang untuk dapat membungkus filler secara sempurna. Cerutu jenis panjang ini biasanya menggunakan daun tembakau sampai dengan 3 lapis, antara filler dan pembungkus paling luar yang disebut “binder/pengikat”. Hal ini memungkinkan para pembuat cerutu menggunakan daun tembakau yang lebih halus dengan aroma dan cita rasa khas sebagai pembungkus. Cerutu berkualitas tinggi ini biasanya terbuat dari campuran berbagai varietas tembakau premium untuk menghasilkan aroma dan cita rasa tersendiri. Bahkan cerutu Kuba (filler panjang) yang terkenal pun menggabungkan berbagai tembakau dari berbagai pulau untuk mendapatkan rasa dan aroma yang khas dan ekslusif.

cigarandbox
Pada cerutu kelas rendah dan cerutu buatan mesin, filler yang digunakan adalah daun tembakau yang dicincang, dan untuk pembungkusnya menggunakan lembaran tembakau yang terbuat dari kertas (bubur tembakau). Hal inilah yang mengubah karakteristik cerutu pada saat dibakar, dan perbedaan inilah yang menyebabkan cerutu buatan tangan tetap merupakan premium cerutu.

cigaraccessories

About the author

Share

ShareContents.Online - We deliver the contents

Add Comment

Click here to post a comment

error: Content is protected !!