Business

Genjot sektor riil dengan pendidikan vokasi

JAKARTA. Di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengatakan, kontribusi sektor industri juga ikut turun.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyebut, pada kuartal III-2016 kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi hanya 19,90%. Porsi tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai 20,48%.

Indikasi pelemahan dapat dilihat dari pertumbuhan investasi pada kuartal II-2016 yang hanya 5,06 %, lebih kecil dari kuartal I 2016 yang mencapai 5,57%. Pertumbuhan investasi sektor industri kembali melambat pada kuartal III-2016 yakni hanya tumbuh 4,56 %.

Untuk itu, Kadin mendorong perkembangan sektor rill untuk mempercepat roda perekonomian. “Kami mengajak berbagai pihak untuk dapat fokus mengembangkan sektor riil domestik untuk menghadapi ketidakpastian perekonomian global yang saat ini masih mengalami sejumlah gejolak,” kata Rosan dalam keterangan tertulis, Kamis (1/12).

Peningkatan lapangan kerja akan terwujud jika investasi di sektor riil terus meningkat. Sayang, belakangan ini investasi swasta agak melemah.

Rosan berharap paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah sejak September 2015 dapat menjadi kebijakan untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi tetap tinggi. Hingga paket ke-14, pemerintah telah mengarahkan paket kebijaksanaan ke sejumlah sektor mulai dari sektor infrastruktur dan logistik, industri, energi, pangan, sektor tenaga kerja hingga e-commerce.

Menurut Rosan, bonus demografi bisa dimanfaatkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Kadin mendukung upaya pemerintah untuk menggenjot pendidikan vokasi. Pendidikan vokasional ditujukan untuk menjadikan lulusan sekolah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih siap bekerja di sektor riil. “Selain pendidikan vokasi yang akan mendorong kecocokan (link-and-match) dari angkatan kerja kita, jumlah lapangan kerja juga harus ditingkatkan,” imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Anindya Bakrie mengatakan, sektor industi harus direvitalisasi. Sektor industri perlu mendapatkan perhatian serius. “Pertumbuhan sektor industri yang tinggi akan memberikan multiplier effect terhadap sektor-sektor lainnya, sehingga dapat meningkatkan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan,” ucapnya.


Source link

error: Content is protected !!