Business

GPRA siapkan capex Rp 370 miliar di 2017

JAKARTA. Emiten pengembang properti PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA) menganggarkan Rp 370 miliar sebagai belanja modal di tahun 2017. Anggaran akan dipergunakan untuk pembangunan proyek baru dan meningkatkan landbank.

Sudah ada beberapa proyek yang masuk portofolio perseroan ini. “Rencana belanja modal, 30% buat akuisisi lahan, 40% untuk high rise building, dan 30% untuk housing,” kata Kelik Irwantono, Direktur GPRA, Jumat (2/11).

Dana belanja modal tersebut berasal dari kas internal dan pinjaman bank, dengan porsi 70:30. Kelik bilang, cashflow mereka cukup kuat untuk mendukung capex 2017. GPRA berencana mengakuisisi lahan sekitar 20 hektare (ha) di wilayah Sentul.

GPRA
Demi melaksanakan rencana ini, mereka telah menganggarkan sekitar Rp 120 miliar hingga Rp 130 miliar. Saat ini, GPRA memiliki sekitar 80 ha landbank yang bisa digarap hingga 10 tahun ke depan.

Di tahun 2017, emiten ini menargetkan marketing sales meningkat 10%–15% dibandingkan dengan tahun 2016, atau sekitar Rp 660 miliar–Rp 700 miliar. Hal ini mengacu target marketing sales 2016 yang mencapai Rp 600 miliar. “Hingga September 2016, sudah tercapai 90% target,” kata Arvin F. Iskandar, Managing Director GPRA.

Menurut Arvin, ada kenaikan transaksi di kuartal terakhir 2016 sebagai dampak positif dari kebijakan pemerintah. Kebijakan tersebut di antaranya adalah PPh yang turun dari 5% menjadi 2,5% dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Tahun depan, GPRA mengandalkan proyek residensial melalui pembukaan cluster baru, antara lain proyek Bukit Cimanggu dan Metro Cilegon, dengan harga Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar. Sedangkan proyek high rise di antaranya proyek apartemen Bellevue di Jalan M. T. Haryono Jakarta dan apartemen Bhuvana di Ciawi, Bogor.

Terkait penerbitan obligasi di tahun 2017, GPRA masih wait and see situasi politik dan pasar tenang terlebih dahulu. Aksi korporasi tersebut kemungkinan baru akan diputuskan usai pemilihan kepala daerah di Maret 2017. Hingga September, pengembang ini mencatatkan kenaikan pendapatan 3,64% menjadi Rp 291,84 miliar dibandingkan periode serupa tahun lalu. Kemarin (2/12), harga saham GPRA Rp 204 per saham, naik 0,99% dari hari sebelumnya.

Source link

error: Content is protected !!