Sports

Jangan Asal Minum Obat Penurun Kolesterol

 

Bagi Anda yang punya masalah dengan kadar kolesterol tinggi, baiknya jangan asal mengonsumsi obat penurun kolesterol. Menurut dr Franciscus Ari, Sp. PD, dokter spesialis penyakit dalam di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, rekomendasi obat penurun kolesterol harus didapat dari dokter karena terapi obat yang diberikan setiap orang berbeda-beda atau tidak bisa digeneralisasi.

Obat penurun kolesterol biasanya termasuk dalam golongan stantin yang memiliki efek samping bila dikonsumsi dalam dosis tinggi, mulai dari kaki bengkak, sinusitis, nyeri sendi atau punggung, diare, mual sampai nyeri perut.

“Sebelum meresepkan obat, dokter harus mengukur kadar kolesterol yang diidap penderita, faktor risiko, dan faktor lain, seperti berat badan, risiko hipertensi, atau risiko diabetes. Dari pertimbangan inilah diperoleh rekomndasi obat yang pas, “ ungkapnya.

Selain itu, masih banyak orang yang beranggapan bahwa suplemen penurun kolesterol berfungsi menurunkan kolesterol secara cepat. Faktanya, tidak. Suplemen tidak bisa menurunkan kadar LDL dalam tubuh seseorang.

Suplemen penurun kolesterol yang memiliki kandungan Omega 3 dan Omega 6 yang tinggi berperan menurunkan trigliserida dan meningkatkan HDL. Hasilnya, kolesterol dalam darah pun seimbang – bukan serta merta menurunkan LDL

“Untuk kasu hiperkolesterol, obat golongan stantin dapat menurunkan 20-40 persen LDL dalam situasi awal. Bagaimana dengan suplemen? Suplemen berfungsi sebagai pendamping obat,” ungkapnya.

Namun demikian, lebih baik untuk mengonsumsi makananan yang mengandung Omega-3 dan Omega-6 dalam kerangka menciptakan pola makan yang sehat. “Contoh makanan yang bisa Anda konsumsi adalah minyak ikan, walnut, minyak bunga matahari, dan asupan lainnya yang mengandung asam lemak esensial,” jelasnya.


Source link

error: Content is protected !!