Personal

Kiat Nadine Chandrawinata Menata Keuangan Pribadi

Kita kudu merencanakan keuangan sedini mungkin, bahkan dari instrumen paling sederhana sekalipun. Begitu kata Nadine Chandrawinata, Putri Indonesia 2005 yang kini berprofesi sebagai artis serta desainer.

Ia berkisah, pada awalnya instrumen paling sederhana yang dia pilih untuk perencanaan keuangan adalah tabungan. Seiring dengan perkembangan karier di seni peran, Nadine mulai melirik instrumen lain, seperti deposito dan asuransi.

Khusus untuk asuransi, Nadine mengambilnya karena ia rasa sangat perlu. Apalagi, mengingat aktivitas kegemarannya yang berisiko cukup tinggi, yaitu diving alias menyelam.

Dana selebihnya, alih-alih membeli instrumen investasi di pasar modal, ia memilih membenamkannya ke bisnis riil. Langkah ini menjadi strateginya dalam perencanaan keuangan masa depannya.

“Kalau pasar modal, sepertinya saya tidak mau. Lebih enak yang beneran. Begitulah saya menata keuangan saya dengan masuk ke sektor riil dan mengamankan dana di tabungan serta deposito,” beber Nadine.

Lebih suka bisnis di sektor riil

Dalam merencanakan keuangan, Nadine mengaku dirinya sama sekali tidak menggunakan jasa konsultasi dari perencana keuangan. Menurutnya, selama masih bisa dilakukan sendiri, maka sebaiknya dilakukan sendiri saja dulu.

Memang, ia pernah salah langkah menanamkan uang di bisnis riil. Kesalahan ini mungkin bisa dia hindari bila ia memakai jasa konsultan bisnis dan keuangan.

Namun, kegagalan ini tak membuatnya gentar. Sebaliknya, menjadi pelajaran bagi dia. “Saya merasa bisa melakukannya secara mandiri dan sampai saat ini belum kepikiran untuk memakai jasa perencana keuangan,” kata wanita kelahiran Hannover, 32 tahun silam, ini.

Saat ini, bisnis di bidang mode menjadi pilihannya. Sebab, Nadine merasa dirinya lahir lewat bidang mode.

Hingga kini pun, hasratnya masih menggebu di dunia tersebut. Alhasil, Nadine mengembangkan bisnis clothing dan wetsuit atau pakaian menyelam.

“Ke depan, pasti akan ada tambahan, pasti tidak akan jauh-jauh dari dunia fashion dan pariwisata adventure,” kata dia. 

Untuk lini clothing, Nadine menyematkan @gamma.official sebagai merek. Bisnis fashion, khususnya untuk wanita, menurut dia, menyimpan potensi besar walau pemainnya sudah banyak.

Pasalnya, berbeda dengan pria, wanita memiliki kebutuhan yang lebih kompleks menyangkut pemilihan busana untuk sehari-hari. Tak hanya itu, kebutuhan akan aksesori untuk wanita juga lebih banyak dibandingkan pria.

Dus, Nadine merasa bisnis fashion masih menjanjikan. Dengan catatan, terus melakukan update terhadap selera pasar.

Tahun ini, Nadine belum berencana mengembangkan merek baru. Maklum saja, brand @gamma.official tersebut baru ia luncurkan pada Oktober lalu.

Dus, ia ingin mengembangkan merek ini hingga mapan dulu. “Merek baru tentu belum, tapi kalau model, ya, pasti dong. Akan ada 10 model baru yang akan saya bagi setiap tiga bulan. Jadi, setiap bulan kira-kira ada tiga model baru, lah,” ujar Nadine.

Tak melulu konsentrasi di bisnis, Nadine tetap menyempatkan waktu untuk rekreasi, yakni melakukan hobi menyelam. Wanita yang sudah memegang lisensi open water dan rescue diver ini sudah menjelajahi berbagai taman laut di Indonesia.

Namun, hal tersebut tak serta merta menyurutkan niatnya untuk terus mengeksplorasi keindahan biota laut. Terakhir, ia mengunjungi taman laut di Pulau Kei, Maluku.

Selain diving, ia gemar melancong ke berbagai negara. Dalam waktu dekat, Islandia menjadi negara yang bakal ia jelajahi.

Untuk kegiatan diving maupun melancong ke luar negeri tersebut, Nadine mengaku tidak punya perencanaan keuangan khusus dan mendetail. Cukup dengan menghitung dana yang diperlukan dan kapan waktu keberangkatannya.

Setelah itu, Nadine tinggal cek isi tabungan dan mempersiapkan dana tersebut, lalu mengambil sesuai kebutuhan ketika saatnya tiba.

Wah, asyik, ya. Karier, hobi dan bisnis untuk masa depan bisa berjalan beriringan.


Source link

error: Content is protected !!