Tips

Kumpulan Quote Tentang Toleransi dan Keadilan dari Gus Dur yang “Wajib” Kamu Baca!

Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini, Kyai nyentrik yang sering mengeluarkan statmen kontroversial, memang tidak akan terlupakan oleh bangsa ini. Ialah KH, Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur.

Dalam sepanjang perjalanan hidupnya, cucu dari pendiri organisasi Islam terbesar di nusantara (NU) ini, memang kerap menuai pro dan kontra dengan segala keputusannya. Terlebih saat ia aktif di panggung politik, berbagai kebijakan dan pernyataan yang ia keluarkan sempat membuat telinga rival politiknya memerah.

Namun dibalik semua kontroversi yang ada pada dirinya, Gus Dur dikenal sebagai tokoh nasional yang sangat menunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, termasuk dalam soal toleransi dan keadilan. Tidak heran, selain “Gitu Aja Kok Repot.” Gus Dur sering mengeluarkan kata-kata mutiara yang sangat relevan dipegang oleh generasi muda saat ini.

Dari berbagai kata-kata mutiara, nasihat, dan quote-quote yang pernah diucapkan Gus Dur, berikut ini beberapa diantaranya yang sangat fenomenal.

Yang ilmunya pas-pasan justru mereka yang kadang intoleran

Menurut Gus Dur, semakin tinggi ilmu seseorang maka ia juga akan lebih toleran terhadap sesama. Artinya, kebanyakan orang-orang yang merasa paling benar dan intoleran justru datang dari golongan yang keilmuannya masih pas-pasan.

Sebagai bangsa yang majemuk, menerima perbedaan adalah keharusan

Sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai suku, ras, golongan dan agama, masyarakat Indonesia seharusnya tidak bisa hidup tanpa adanya rasa toleransi yang tinggi. Saling menghargai antar sesama dan menerima perbedaan adalah kunci terjaganya kemajemukan dalam sebuah bangsa.

Lakukanlah hal yang baik kepada siapapun tanpa melihat agamanya

Saat kamu hendak melakukan kebaikan kepada orang lain, lakukanlah atas dasar kemanusiaan agar niat baikmu bisa dirasakan oleh semua orang, tidak terbatas oleh agama dan golongan.

Muliakanlah manusia maka kamu memuliakan Tuhanmu

Memuliakan Tuhan tidak hanya dengan beribadah kepada-Nya. Dengan memuliakan manusia, kita juga termasuk memuliakan Tuhan. Sebaliknya, saat kita melecehkan manusia, tanpa kita sadari kita juga sedang menciptakan pencipta-Nya. Sebab perumpamaannya, jika kamu membuat sesuatu kemudian hasil karyamu dilecehkan orang lain, tentu kamu agak sebel juga kan?

Islam toleran mampu menyatukan segala perbedaan

Tidak dipungkiri, Islam seiring berjalannya waktu mengalami banyak sekali warna dan perbedaan antar golongan. Namun, sebenarnya perbedaan dalam Islam adalah sebuah rahmat, bukan untuk dijadikan alasan tidak toleran.

Jika tidak mau dibatasi, maka jangan membatasi!

Kadang kita lupa, menuntut kebebasan dengan dalih demokrasi namun tanpa disadari kebebasan yang kita tuntut justru merampas hak orang lain. Inilah yang membuat konflik sering muncul di masyarakat. Sebab setiap orang sudah lupa akan batasannya masing-masing.

Pemahaman antara negara agama dan negara beragama

Indonesia bukan negara sekuler yang menolak hadirnya agama dalam negara, namun Indonesia juga bukan negara yang hanya sistem hukum pemerintahannya dimonopoli oleh satu agama. Inilah yang membuat pentingnya sebuah toleransi di Indonesia.

Tuhan tidak perlu dibela!

Pernyataan ini kerap menimbulkan pro dan kontra. Secara narasi memang berani, seakan-akan kita harus mengutamakan manusia dibandingkan Tuhan. Namun jika kita mau berfikir jernih, kita tahu jika Tuhan akan tetap Akbar meski tanpa takbir di dunia, Tuhan pasti menang meski tanpa kamu bela, sebab tiada kekuatan yang mampu menandingi keuatan-Nya. Namun bagi manusia lemah yang tidak mendapatkan keadilan, dialah yang seharusnya kita bela.

Itulah deretan quote Gus Dur tentang toleransi dan keadilan yang sangat relevan untuk generasi muda amalkan.

 

 

Source link

error: Content is protected !!