Women

Males Nonton Film Dilan 1990 Karena Cheesy? Ini Loh 8 Alasan Mengapa Film Ini Harus Kamu Tonton!

“Milea, kamu cantik. Tapi, aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.”
– Dilan

Kalimat di atas adalah kalimat yang dilontarkan Dilan ketika naik angkot bersama Milea. Untuk anak zaman now, mendengar kalimat itu banyak yang mengatakan kalau dialognya picisan dan memilih untuk tidak menonton film Dilan 1990. Kalau kamu adalah satu yang berpendapat demikian, coba deh baca dulu 8 alasan mengapa kamu harus nonton film Dilan 1990. Tapi hati-hati ya, pendapatmu bisa langsung berubah.

1. Ada cameo lucu dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil

sumber foto: dlfrom

Tampil sekitar 10-15 detik, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, ikut ambil bagian dalam film Dilan 1990 sebagai tanda mendukung film yang ber-setting di Bandung. Ridwal Kamil berperan sebagai seorang guru dan kehadirannya sontak mengundang senyum dan tawa dari para penonton. Ridwal Kamil sendiri mengaku sangat antusias menjalani perannya dan ikut terbawa dalam suasana 90’an yang dihadirkan dalam film Dilan.

2. Suasana tahun 90’an plus diiringi lagu Dulu Kita Masih SMA bikin nostalgia

Belasan tahun lalu di tahun 1990, tentunya masih berbekas di ingatan kamu yang kelahiran tahun 90’an dan sebelumnya di mana jalanan masih begitu lapang, mobil dan motor berbentuk klasik, baju yang oversized, kalau terluka pakainya obat merah, dan masih banyak lagi benda dan hal yang membuat kangen dengan suasana kala itu.

3. Dialog yang terdengar kaku merupakan gambaran kondisi pada tahun 1990

sumber foto: daengbattala

Dari trailernya, mungkin kamu yang bukan besar di tahun 90’an akan merasa dialognya sangat kaku dan mendekati EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) tapi sebenarnya memang di tahun itu belum banyak pengaruh bahasa gaul dan serapan dari bahasa asing. Jadi ini bukanlah salah pembuat skrip ataupun pemeran film Dilan. Mereka hanya menyampaikan nuansa di tahun itu sesuai dengan kenyataan dan berdasarkan apa yang disampaikan dalam novel.

4. Film yang penuh dengan gombalan picisan anak muda?

sumber foto: beritagar

Selain bahasa yang formal, gaya bicara tokoh-tokohnya juga cenderung kaku ditambah dengan gombalan yang mungkin terdengar ‘geli’ di telinga anak muda zaman sekarang. Hal tersebut juga merupakan salah satu penyebab ada yang enggan menonton film ini. Sebenarnya kalau kamu melihat sisi positif dari gombalan tersebut, membuat suatu gombalan tidaklah mudah, kamu harus memutar otak dan apabila berhasil maka baru bisa menarik hati orang yang digombalin itu. Gombal juga menuntut keindahan berbahasa jadi tidak sembarang orang yang bisa berhasil dalam hal ini. Dari film ini banyak hal yang disampaikan dengan cara yang unik sehingga mungkin dapat menginspirasi kamu mencari gombalan yang sesuai dengan karaktermu.

5. Gaya pacaran anak SMA di tahun 90’an

sumber foto: twitter

Masa yang paling indah adalah masa SMA. Tiap masa SMA tentunya punya ciri khas tersendiri sesuai dengan zamannya. Film Dilan ini menampilkan gaya pacaran anak SMA 90’an dengan baik sehingga para penonton bisa ikut bernostalgia. Telepon umum, naik motor tanpa helm, dan surat-suratan, semuanya terasa begitu manis.

6. Para pemain yang cantik dan ganteng

Pemeran utamanya saja sudah sejuk dipandang mata. Ada Vanesha Prescilla sebagai Milea dan Iqbal Ramadhan sebagai Dilan. Keduanya ditunjuk langsung oleh Pidi Baiq selaku penulis novel Dilan, yang merasa mereka sudah mewakili sosok Dilan dan Milea. Tidak dipungkiri kalau tokohnya rupawan pasti bikin penonton makin betah dan semangat duduk berlama-lama di kursi bioskop hingga film selesai.

7. Meraih 4 juta penonton di hari ke-12 penayangannya

sumber foto: dream

Jumlah penonton Dilan terus merangkak naik hingga saat ini dan mulai mengejar posisi film Habibie & Ainun, Laskar Pelangi, dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1. Jumlah penonton yang seiring dengan antusiasme penonton yang bisa nonton lebih dari sekali dan yang cukup ekstrim yaitu ada juga yang membeli tiket nonton 1 teater demi nonton berdua dengan pasangan.

8. Diangkat dari novel best seller dan kisahnya nyata

sumber foto: Tribun Jatim

Novel yang ditulis oleh Pidi Baiq ini terbit pada tahun 2014 dan sejak saat itu mulai mencuri perhatian para remaja perempuan. Di tahun berikutnya muncullah buku kedua dan buku ketiga di tahun 2016. Sebelum ditayangkan di layar lebar, novel ini sudah bertengger di rak best seller toko buku. Apalagi sekarang, buku versi cetakan murahnya pun banyak diperdagangkan di toko online.

Buku pertama dan kedua bercerita mengenai kisah cinta Milea dan Dilan di tahun 1990-1991 dari sudut pandang Milea, dan buku ketiga mengenai tanggapan Dilan mengenai apa yang sudah disampaikan Milea di buku sebelumnya. Jadi kamu sebagai pembaca bisa mengetahui dua sudut pandang kisah cinta remaja di tahun itu. Kabarnya, novel ini berdasarkan kisah nyata dan tokoh Milea dan Dilan memang ada. Menarik ya.

BACA JUGA


Ingin Menjadi Perempuan yang Diperjuangkan Cintanya Seperti Milea dalam Film Dilan? Ini 5 Hal yang Harus Kamu Perhatikan, RulaWoman!

Bagaimana RulaWoman? Yang belum nonton sudah makin penasaran belum?

Let’s block ads! (Why?)

Source link

error: Content is protected !!