Tips

Mau Sehat? Minum Madu

Madu

Sejak jaman dahulu kala, madu sudah dikenal sebagai salah satu makanan yang mempunyai banyak manfaat. Tak sebatas sebagai pemanis, madu juga dimanfaatkan sebagai obat, bahan perawatan kulit, pengawet makanan, bahkan sebagai “salep” penyembuh luka! Itu karena madu bersifat higroskopis (bersifat menyerap air) dan mempunyai kandungan antioksidan tinggi sehingga dapat mematikan kuman dan bakteri.

Dalam 100 gram madu, terkandung kalori sebesar ± 330 Kal, karbohidrat (82,4 gram), air (17,1 gram), dan protein (0,3 gram). Tak hanya itu, madu juga kaya akan vitamin, terutama adalah Vitamin B dan C. Kandungan mineral dalam madu juga berlimpah, seperti natrium, kalium, kalsium, fosfor, dan magnesium. Madu juga mengandung beberapa enzim, seperti enzim peroksidase, invertase, diastase, katalase, oksidase, serta protease. Enzim tersebut sangat berguna dalam proses pencernaan.

Karbohidrat dalam madu berbentuk fruktosa dan glukosa. Keduanya merupakan zat gula monosakarida yang mudah dicerna dan diubah menjadi energi. Karenanya, sangat ideal untuk mengonsumsi madu di pagi hari atau sebelum dan sesudah latihan karena dapat memberi tenaga secara instan.

Dalam peranannya menjaga kesehatan tubuh, madu berperan menstimulasi limfosit B dan limfosit T yang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Madu meningkatkan produksi Hydrogen peroksida yang akan membantu melawan bakteri dan kuman.

madu

Kandungan antioksidan dalam madu yang berbentuk flavonoid dan polifenol berperan vital dalam melawan efek radikal bebas, menghambat pertumbuhan sel kanker, dan menjaga kesehatan sistem kardiovaskuler. Polifenol berfungsi melindungi pembuluh darah dari kerusakan, meminimalkan pembentukan plak dalam pembuluh darah, dan mencegah oksidasi lemak jenuh.

Madu diketahui memiliki efek antiradang karena menghambat reaksi kimia yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Berbeda dengan obat-obatan antiradang kimiawi yang memiliki efek samping, madu tidak menimbulkan efek samping.

Simpan madu di tempat yang dingin karena suhu yang tinggi dapat merusak kandungan enzim dan zat-zat lain dalam madu. Karenanya, sebaiknya Anda tidak mencampur madu dalam air panas. Lebih baik, Anda mengonsumsi madu secara langsung agar nutrisinya tetap terjaga.

Walaupun sehat dan bermanfaat, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi madu secara berlebih karena dalam 1 sendok makan madu, terkandung 17 gram zat gula. Anda juga harus mengetahui fakta bahwa tidak semua madu memiliki kandungan nutrisi yang sama – tergantung dari asal atau sumber madu – dan cara pengolahannya. Pilihlah madu alami yang mempunyai kandungan air yang rendah dan diolah tanpa menggunakan proses pemanasan.

Narasumber: dr. Verawati Sudarma, M.Gizi, Sp. GK – ahli gizi di Rumah Sakit Siloam, Jakarta Selatan

Source link

error: Content is protected !!