Tips

Melalui Pembaruan Maps, Google Membuktikan Jika Bumi Itu Bulat Bukan Datar

Sampai detik ini, perdebatan apakah bentuk bumi itu bulat atau datar masih belum menemukan titi temu. Masing-masing pihak masih ngotot jika apa yang ia yakinilah yang paling benar, baik dari kelompok bumi buat, maupun kelompok bumi datar.

Pilih bumi datar atau bumi bulat? (amazonaws.com)

Menariknya, perdebatan bumi bulat dan bumi datar tidak hanya terjadi di kalangan akar rumput atau masyarakat bawah. Namun di kalangan para ilmuan perdebatan dengan berbagai fakta ilmiah coba dipaparkan untuk menguatkan argumentasi mereka.

Namun beberapa waktu lalu, Google mencoba membuktikan jika bumi itu bulat dengan melakukan pembaruan terbaru Google Maps.

Google Maps berbentuk peta (wikimedia.org)

Melalui tampilan 3D Globe Google Maps, tampilan peta dunia kini ebih detail dan lebih akurat. Salah satu bukti keakuratan tersebut ialah dengan berbedanya ukuran Greeland dan Benua Afrika. Jika kita melihat di peta, maka keduanya memiliki ukuran sama, padahal berbeda.

Keakuratan lainnya ialah mengenai jarak negara dengan garis khatulistiwa. Google mengklaim jika tampilan Google Maps 3D Globe memiliki nilai keakuratan jarak wilayah satu sama lain sangat tinggi.

Menariknya, untuk fasilitas zoom out dan zoom in sendiri masih digunakan untuk mengecek lokasi secara detail. Jadi, kamu bisa melihat bumi dari jarak jauh sekaligus bisa mencari lokasi dari jarak dekat.

Melalui akun twitter resminya, Google Maps mengatakan jika pembaruan ini merupakan bentuk penyempurnaan dari sebelumnya.

Pembaruan Google Maps tidak hanya memberikan kita gambaran lebih detail tentang planet bumi, namun juga sebagai simbol kemajuan pemanfaatan teknologi untuk membantu masyarakat menemukan lokasi secara tepat.

Namun sepertinya tidak semua masyarakat senang dengan kehadiran pembaruan Google Maps ini. Khususnya masyarakat yang sudah terlanjur yakin jika bentuk bumi adalah datar.

Bumi datar dan bumi bulat (wikimedia.org)

Menurut mereka, kehadiran Google Maps 3D dengan berbagai perbedaan dengan peta 2D, merupakan kesalahan pemetaan yang tidak bisa dijadikan rujukan pencarian lokasi.

Menurut Social Media Manager Flat Earth Society, Pete Svarrior, ia mengatakan jika perubahan-perubahan yang terjadi dari pembaruan Google Maps dari peta ke Globe merupakan sebuah kekeliruan sebab merubah banyak penampakan bumi.

Bagaimana nih menurutmu, masih percaya bumi itu bulat atau masih yakin bumi itu datar?

 

Source link

error: Content is protected !!