Women

Musim Ujian Masuk Universitas Sebentar Lagi Datang! Yuk Kenali Beberapa Jurusan Agro dan Bagaimana Prospeknya untuk Perempuan, Sebab yang Populer Belum Tentu Menjanjikan

RulaWoman, bagi kamu pejuang ujian masuk universitas, beberapa bulan ke depan adalah bulan-bulan menegangkan, bukan? Yup, setelah seleksi masuk universitas jalur SNMPTN ditutup 6 Maret lalu, kini agenda ujian terdekat adalah SBMPTN. Semoga kamu yang daftar SNMPTN bisa diterima ya. Tapi tidak ada salahnya loh untuk belajar mempersiapkan SBMPTN, sebab who knows, mungkin rejeki kamu lewat SBMPTN.

Nah mengenai SBMPTN, selain harus belajar ekstra, kamu juga dihadapkan pada pilihan jurusan yang mau kamu ambil. Kamu pasti menimbang-nimbang, bila kamu mengambil jurusan populer semacam kedokteran, teknik, ekonomi, akuntansi, hukum, hingga ilmu komunikasi tentunya akan banyak saingannya. Artinya kamu harus belajar ekstra keras. Oleh sebab itu, Rula akan mengenalkan kamu ke beberapa jurusan dalam kluster Agro. Kebanyakan jurusan ini kurang populer dan kurang diminati, terutama oleh perempuan. Padahal, tidak ada ruginya loh belajar di jurusan Agro ini. Lantas jurusan itu apa saja? Ini dia!

1. Kehutanan

photo credit: uidaho

Ketika mendengar kehutanan, apa yang kamu pikirkan? Pasti banyak dari kamu yang clueless, kira-kira akan belajar apa di jurusan kehutanan ini. Jawabannya, banyak! Kamu tidak melulu belajar jenis-jenis pohon tapi kamu juga akan belajar cara mengolah hasil hutan hingga konservasi hutan. Buat kamu yang tertarik bekerja di WWF, jurusan ini sangat berprospek. Terlebih untuk kamu yang berjiwa petualang, jurusan kehutanan ini oke. Alasan lain kenapa jurusan kehutanan ini berprospek karena sumber kehidupan manusia adalah hutan. Jadi kamu akan selalu dibutuhkan, apalagi kampanye konservasi hutan kini sedang marak-maraknya digalakkan.

2. Pertanian

photo credit: harper-adams

Kebanyakan orang berpikir bila bertani merupakan ilmu yang bisa dikuasai secara otodidak, selain itu bila ambil pertanian pasti kerjanya di sawah atau di lapangan. Ini yang membuat perempuan malas untuk meliriknya. Tunggu! Kamu salah bila berpikir demikian. Cakupan ilmu pertanian ini begitu luas, tidak melulu di sawah tapi ada juga yang di laboratorium hingga bidang birokrasi. Karena cakupan ilmunya luas, prospek kerjanya juga luas mulai dari entrepreneur, peneliti, hingga menteri. Memang akan ada praktikum lapangan, tapi di situlah letak keseruannya. Kamu akan tahu apa itu bertani dalam rumah kaca, apa itu terrarium, hingga teknik bertani yang baru yang disebut vertikultur. Memilih jurusan ini, kamu juga turut berkontribusi pada kehidupan khalayak banyak sebab semua orang butuh makan. Sumber makanan kita sejauh ini adalah dari hasil pertanian.

Oh ya, salah satu perempuan yang kuliah di jurusan ini adalah Melody JKT 48. Bahkan Melody pernah didapuk sebagai Duta Buah di Okayama, Jepang. Tuh, bahkan kamu bisa go international!

3. Teknologi Pertanian

photo credit: eurmscfood

Di beberapa universitas, antara pertanian dan teknologi pertanian akan dipisah fakultasnya. Bila pertanian akan mempelajari hulu dari ilmu pertanian, maka teknologi pertanian akan belajar hilirnya, yakni pengolahan hasil pertanian. Selain itu, di beberapa universitas bahkan ilmu teknologi pertanian lebih luas lagi cakupannya yakni pada seluruh bahan pangan. Nah di jurusan teknologi pertanian atau pangan ini kamu akan mempelajari standard kualitas produk makanan yang layak dipasarkan bahkan tak jarang kamu juga akan menghitung kadar nutrisinya. Sehingga kuliah di bidang ini seperti paket plus-plus. Selain belajar teknik pengolahan, kamu juga akan tahu tentang kandungan nutrisi makanan. Cocok untuk kamu yang suka berkutat di dapur dan sangat concern dengan asupan nutrisi dan masalah kesehatan.

4. Peternakan

photo credit: stuff

Jurusan ini juga sedikit peminatnya. Padahal kalau tidak ada jurusan ini, kamu mungkin tidak dapat menikmati ayam potong broiler seperti sekarang. Kamu juga mungkin tidak akan bisa menikmati daging sapi kualitas premium. Nah di jurusan ini, bukan hanya soal beternak yang akan dipelajari tapi ada juga rekayasa genetikanya. Jadi ketika memilih jurusan ini, kamu akan belajar banyak hal. Prospek kerja? Sangat luas! Sebab di zaman modern ini, masyarakat terus meminta sumber pangan yang bergizi dan berkualitas salah satunya dari produk peternakan seperti susu hingga daging.

5. Perikanan

photo credit: pgcruises

Jurusan ini paling sering menjadi meme setelah Ibu Susi Pudjiastuti menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan. Jurusan ini sangat beragam isinya, mungkin kamu merasa tidak familiar. Tapi produk kosmetik kamu itu kebanyakan bersumber dari produk kelautan. Pernah dengar seaweed extract atau pearl extract? Nah itu dia salah satu hasil perikanan kelautan yang sering diolah menjadi komposisi alat kosmetik. Jangan pikir kalau jurusan ini hanya melulu memelihara ikan dan bekerja di tambak. Kamu bisa melakukan banyak hal di sini, mulai dari snorkeling untuk konservasi hingga budidaya ikan hias yang lucu-lucu. Selain itu, bidang perikanan saat ini sedang dikembangkan secara gencar oleh pemerintah sebab nyatanya banyak sumber dayanya yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

6. Kedokteran Hewan

photo credit: agriapet

Kedokteran hewan ternyata bukan masuk kluster Medika ya. Karena objek yang ditangani berupa hewan, maka jurusan ini digolongkan dalam kluster Agro. Nah profesi sebagai dokter hewan juga kurang populer dibandingkan dokter umum dan dokter gigi. Padahal keberadaan dokter hewan ini penting. Salah satunya, untuk menangani wabah anthrax atau toksoplasma pada hewan, siapa lagi kalau bukan dokter hewan? Bukan hanya manusia yang punya hak hidup dengan sehat, hewan juga punya.

BACA JUGA


Sedih Berpisah dengan Teman-teman karena Lulus Kuliah? Lakukan 5 Hal Ini Agar Pertemananmu Awet Meski Berjauhan!

Nah itu dia beberapa jurusan kluster Agro. Banyak jurusan dari kluster ini kurang populer padahal prospeknya juga tidak kalah baik. Dan bagi perempuan, jurusan-jurusan tersebut tidak melulu identik dengan kerja lapangan yang berat ya. Kamu bisa melakukan banyak hal di jurusan-jurusan ini. Semangat!

Let’s block ads! (Why?)

Source link

error: Content is protected !!