Women

Para Perempuan Cantik yang Mengubah Dunia dengan Sains! Ini Nih, 5 Ilmuwan Perempuan yang Membuat Semua Orang Tercengang dengan Prestasi Mereka!

Ranah ilmu pengetahuan itu memang lebih identik dikorelasikan dengan kaum laki-laki, apalagi abad yang lalu. Tapi lama-kelamaan para perempuan mulai menerobos dan berkarir di dunia sains. Padahal dulu perempuan seringkali diremehkan bahkan tidak dipedulikan dalam dunia ilmu pengetahuan. Hal tersebut tidak menghentikan, justru mereka terus berkarya hingga akhirnya menghasilkan sesuatu yang bisa mengubah dunia. Siapa sih 5 di antaranya? Yuk, intip!

1. Rita Levi-Montalcini

photo credit: Studlife

Perempuan ini salah satu yang pernah meraih penghargaan Nobel, lho! Ahli saraf kelahiran Torino, Italia, 22 April 1909, Rita Levi-Montalcini, pernah memenangkan Nobel pada tahun 1986 karena menemukan apa yang dikenal sebagai faktor pertumbuhan saraf! Menurut New York Times, penelitiannya terhadap pertumbuhan saraf menghasilkan penemuan tentang bagaimana pertumbuhan saraf bisa bermasalah dalam penyakit seperti demensia dan kanker. Padahal dulunya dia didesak banget oleh ayahnya untuk menikah, tapi Rita malah memohon untuk belajar obat-obatan saja. Akhirnya dia diizinkan dan kuliah di Universitas Turin.

Nah, Rita ini adalah seorang keturunan Yahudi. Pada saat perang waktu itu, keturuan Yahudi dilarang untuk bekerja di universitas dalam bidang apa pun. Tapi itu tidak mengehentikan Rita! Saking frustasinya, dia membuat labnya sendiri di kamar tidurnya dan memanfaatkan peralatan jahit sebagai peralatan operasi. Dia baru bisa leluasa berkarir ketika seorang embriologis Amerika, Viktor Hamburger, melihat makalah-makalah yang Rita buat dan mengundangnya untuk ke Amerika dan menjadi profesor.

2. Rosalind Franklin

photo credit: Darling Magazine

Rosalind Franklin, lahir tahun 1920, merupakan seorang ahli biofisika Inggris yang dikenal dengan penemuan DNA yang revolusioner, serta memahami cara kerja sinar-X dan DNA. Dia juga pernah menang Nobel di tahun ayahnya sangat ingin menjadi ilmuwan, tapi karena perang pada saat itu membuat edukasi sangat sulit didapatkan, dia hanya bisa jadi dosen. Rosalind benar-benar anak yang pintar, terlihat di umurnya yang ke 15, dan ia ingin menjadi ilmuwan. Tapi ayahnya ragu dengan hal itu karena waktu itu perempuan sangat diremehkan dan sulit untuk memiliki karier seperti itu. Tapi dengan edukasi yang baik, akhirnya dia bisa lulus dari Universitas Cambridge di bidang kimia.

Rosalind melakukan banyak penelitian terkait sinar X dan struktur DNA, dan hasilnya terkadang tidak begitu diperhatikan oleh orang-orang. Dia bekerja di bidang ini bersama 3 orang laki-laki lainnya yaitu James Watson, Francis Crick, and Maurice Wilkins. Sayangnya pada tahun 1958 Rosalind meninggal karena kanker. Di saat sakitnya pun dia tidak berhenti berkarya terus membuat jurnal-jurnal penelitiannya.

3. Vera Rubin

photo credit: Endgadget

Vera Rubin yang lahir pada tahun 1928 membuktikan bahwa materi gelap (dark matter) terdapat di alam semesta dengan cara menyimpulkan bahwa sumber gravitasi yang tak terlihat menarik planet-planet dan bintang-bintang ke arah-arah tertentu. Dia dianugerahi National Medal of Science pada tahun 1993 oleh Presiden Clinton. Dalam obituarium untuk Rubin yang meninggal pada 25 Desember 2016, New York Times menulis bahwa Dr. Rubin merupakan perempuan yang ceria, blak-blakan, dan cinta sekali dengan bintang. Dia merupakan perempuan yang juara di dunia ilmu pengetahuan.

Rasa cinta Vera terhadap astronomi berawal ketika dia kecil dan ayahnya pun mendukung ini. Ayahnya yang seorang teknisi listrik membantunya membuat teleskop dan bahkan mengajaknya ke pertemuan para astronom amatir. Beberapa kampus di zaman itu melarang perempuan untuk masuk jurusan astronomi, maka dari itu dia mencari kampus yang benar-benar mau meluluskannya di jurusan tersebut.

4. Sara Seager

photo credit: The New York Times

Ketika kaum perempuan sudah mulai dilatih untuk menjadi ilmuwan-ilmuwan universitas, “tata surya” telah terpetakan dengan baik dan lengkap. Namun Sara Seager, lahir pada tahun 1971, menemukan 715 planet ketika dia bekerja dengan Teleskop Luar Angkasa Kepler. Dia dianggap sebagai kontributor yang luar biasa dalam pemahaman ruang angkasa pada era modern. Dulunya Sara ditentang oleh ayahnya dan menyuruhnya untuk menjadi dokter atau pengacara. Pada saat dia lulus S3 hampir seluruh astronom laki-laki menganggap keberadaan astronom perempuan di bidang itu menakutkan. Tapi Sara tidak mempermasalahkan itu dan terus berkarya. Dia sudah menikah dan memiliki dua anak. Jadi tidak hanya berhasil di karirnya, Sara juga merupakan ibu dan istri yang baik. Sampai hari ini dia masih berusaha untuk mencari planet yang bisa ditinggali seperti bumi.

5. Marie Curie

photo credit: Serious Science

Ilmuwan perempuan dari Polandia ini menuntut ilmu di Sorbonne, di mana dia menjadi kepala laboratorium fisika pada awal 1900-an ketika perempuan benar-benar tidak mengajarkan ilmu pengetahuan di universitas-universitas Eropa dan memelopori penelitian tentang radioaktivitas. Dia menikah dengan seorang profesor di sekolah fisika. Dia, bersama dengan suaminya, dianugerahi Piagam Nobel pada tahun 1903. Tak lama setelah itu suaminya meninggal karena kecelakaan, dan Marie menggantikan suaminya untuk mengajar. Dia menjadi wanita pertama yang mengajar di Sorbonne. Akhirnya dia mendapat Nobel yang kedua kalinya di tahun 1911! Walaupun sukses, Marie terus-terusan ditentang oleh para ilmuwan laki-laki dan sama sekali tidak pernah mendapatkan keuntungan finansial dari apa yang dilakukannya. Dia meninggal karena leukimia yang disebabkan oleh penelitiannya. Anak perempuan Marie yang paling tua, Irene, juga tumbuh besar menjadi ilmuwan dan memenangkan penghargaan Nobel di bidang kimia.

BACA JUGA


Menurutmu Cantik Itu Gimana Sih? 15 Negara Ini Punya Standar Kecantikan yang Unik dan Tak Biasa

Itu dia 5 dari banyak ilmuwan perempuan yang berprestasi. Bagaimana, RulaWoman? Apa mereka bisa menginspirasimu untuk terus berkarya di bidang sains?

Let’s block ads! (Why?)


Source link

error: Content is protected !!