Business

Rupiah loyo terpicu antisipasi bunga The Fed

JAKARTA. Nilai tukar rupiah loyo pada momen libur di awal pekan ini. Pelemahan ini diramal masih akan berlanjut, lantaran pasar mengantisipasi pertemuan bulanan The Fed dalam FOMC.

Di pasar spot, Senin (12/12), kurs rupiah tergelincir 0,09% ke level Rp 13.331 per dollar AS. Sementara, Jumat (9/12) lalu, kurs tengah Bank Indonesia mencatat, nilai tukar rupiah melemah 0,25% ke posisi Rp 13.337 per dollar AS.

Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk mengatakan, mata uang Garuda keok lantaran minim sentimen dari dalam negeri yang bisa membantu. Belum lagi situasi libur menyebabkan aktivitas pasar tidak bisa membantu rupiah menjaga penguatannya.

Rally penguatan rupiah sebelumnya juga membuat pelaku pasar cenderung memanfaatkan momen libur untuk melakukan profit taking atau ambil keuntungan,” tutur Reny.

Apalagi, pada akhir pekan lalu, data prelim sentimen konsumen AS bulan November 2016 tumbuh signifikan menjadi 98 dari periode sebelumnya di level 93,8. Ini semakin mendongkrak posisi dollar AS, sehingga menekan rupiah.

Reny menduga, Selasa (13/12), rupiah masih sulit bangkit. Sebab, keputusan European Central Bank (ECB) untuk memperpanjang stimulusnya hingga akhir 2017 turut menyuntikkan kekuatan bagi dollar. Ini akan menghimpit posisi rupiah. Apalagi momentum rapat FOMC yang akan dimulai Selasa (13/12) bakal mempersempit ruang gerak rupiah.

“Pelemahan bisa mengarah ke Rp 13.400 per dollar AS,” proyeksi Reny.


Source link

error: Content is protected !!