Tips

Secara Ilmiah, Ternyata Bayi Bisa Membedakan Sosok Pemimpin dan Penindas

Mungkin kita pernah mendengar pernyataan orang tua terdahulu, yang mengatakan jika bayi memiliki kemampuan melihat mahluk astral atau dimensi dunia lain. Secara ilmiah mungkin pernyataan tersebut tidak terbuktikan. Namun untuk kemampuan lainnya yang dimiliki bayi, para ilmuan berhasil membuktikannya.

Kemampuan unik bayi (radar banjarmasin)

Baru-baru ini, para peneliti dari Kanada berhasil membuktikan jika bayi bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang dewasa. Namun bukan untuk persoalan melihat mahluk halus, namun kemampuan melihat karakter seorang pemimpin.

Penelitian ini lebih fokus mengkaji tentang kemampuan bayi dalam membedakan mana pemimpin bijaksana, dan mana pemimpin yang memiliki karakter pendindas dan arogan.

Menurut Dr Renee Baillargeon, penulis studi dan psikolog dari University of Illinois. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang menjelaskan jika bayi memiliki kemampuan memahami kekuatan hubungan orang dewasa.

Bayi lebih suka digendong orang baik (blogoinformasi.com)

Penelitian ini menggunakan 100 bayi berusia 20 sampai 22 bulan sebagai sample penelitian. Sebelumnya, menurut Baillargeon, penelitian ini memanfaatkan karakteristik penglihatan bayi. Menurutnya, bayi akan melihat lebih lama terhadap sesuatu yang membuatnya bingung.

Jadi jika bayi melihat sesuatu yang membingkuan dirinya, ia akan lebih melihat secara berlebihan. Dengan karakteristik bayi seperti ini, para ilmuan kemudian memberikan dua video animasi tentang seorang pemimpin yang berwibawa dan seorang pemimpin yang penindas.

Bayi mampu melihat mana orang baik mana orang buruk (merries.co.id)

Saat ditontonkan video pemimpin berwibawa menyuruh rakyatnya. Pandangan bayi terlihat biasa saja saat rakyatnya patuh terhadap perintah tersebut. Seakan hal itu sudah semestinya terjadi.

Sebaliknya saat rakyatnya tidak melaksanakan perintah dari pemimpin yang beriwaba, pandangan bayi terlihat lebih serius seakan hal itu seharusnya tidak terjadi.

Adapun saat para bayi ditontonkan video animasi pemimpin penindas yang memerintahkan rakyatnya, dan rakyatnya patuh, bayi justru melihatnya dengan tatapan serius. Seakan ia mengetahui jika rakyat tidak perlu menuruti kemauan pemimpin pendindas.

Bayi memiliki sensifitas terhadap kekuasaan (nakita.grid.id)

Uniknya, saat rakyat menolak patuh terhadap pemimpin penindas, para bayi justru melihatnya biasa saja. Pemberontakan dan ketidakpatuhan rakyat terhadap pemimpin penindas dilihatnya biasa saja sebagai ungkapan jika seharusnya memang rakyat melawan.

Menurut Baillargeon, penelitian yang ia lakukan merupakan penguat teori sebelumnya yang mengatakan jika bayi memiliki kemampuan membedakan mana orang baik, dan mana orang buruk.

Anak kecil lebih sensitif persoalann kekuasaan dibandingkan sosial (teachwire.net)

Baillargeon melanjutkan, manusia sebagai mahluk sosial memang sudah dari lahir dibekali tentang sensitifitas sosial dan kekuasaan. Namun untuk persoalan kekuasaan, bayi lebih memahami karakteristik seseorang. Sebab, dibandingkan dengan persoalan sosial, bayi lebih banyak merasakan bagaimana ia harus berkuasa.

Maka jangan heran kalau lihat anak kecil lebih memilih rebutan mainan dibandingkan mengalah kepada temannya. Sebab mereka lebih sensitif terhadap persoalan kekuasaan dibandingkan sosial.

Source link

error: Content is protected !!