Women

Wawancara Personal Rula dengan Nisha Dutt, CEO Intellecap (Initiator Sankalp). Ini Pesannya untuk Seluruh Perempuan Muda di Indonesia!

92

Banyak sekali sebenarnya perempuan yang memiliki kemampuan wira usaha yang baik, namun mereka terjegal kesempatan. Oleh sebab itulah Sankalp berdiri.

Nisha Dutt adalah CEO dari Intellecap, perusahaan yang memprakarsai terjadinya Sankalp Southeast Asia Summit 2017 beberapa waktu yang lalu. Pada awalnya, Nisha bergabung di Intellecap sebagai Senior Manager dengan sub pekerjaan di bagian Consulting dan Research pada tahun 2009. Hanya membutuhkannya waktu 6 tahun sampai ia bisa menjadi seorang CEO di Intellecap. Sebagai seorang CEO, ialah yang membantu mempetakan posisi Intellecap dalam dunia bisnis global.

Intellecap menyediakan solusi bisnis yang inovatif yang membantu membangun dan memberi skala pada usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan yang didedikasikan untuk perubahan sosial dan lingkungan.

Nah, dalam waktu yang singkat namun penuh makna, inilah wawancara Rula dengan Nisha Dutt, tentang bagaimana pandangannya terhadap perempuan Indonesia.

1. Apakah yang membuat Ms. Nisha mengadakan Sankalp?

Sebenarnya itu adalah pertanyaan yang menarik. Jadi selama ini saya banyak sekali bekerja sama dengan banyak entrepreneur, yaitu sekitar 15 tahun. Dan yang saya lihat adalah mereka tidak bisa mendapatkan bantuan keuangan, mereka tidak bisa mendapatkan nasihat bisnis yang baik, dan sulit sekali bagi mereka untuk mendapatkan platform (progam kerja). Untuk itulah kami hadir dengan menggabungkan beberapa komunitas atau golongan, agar secara bersamaan kami bisa memberi dukungan kepada pengusaha muda. Jadi yang membuat Sankalp terbentuk karena adanya dorongan atau keinginan untuk membantu sebanyak mungkin orang agar dapat menjadi pengusaha yang sukses.

photo credit: ZettaMedia

2. Bagaimana pendapat Ms. Nisha mengenai pentingnya peran perempuan dalam keterlibatannya di dunia wirausaha di Asia Tenggara?

Peran perempuan sangat kritikal. Menurut saya peran perempuan sangat penting dalam bidang ekonomi manapun, tidak hanya di Asia Tenggara. Setengah dari populasi dunia adalah perempuan, sehingga kami tidak melihat kenapa harus ada diskriminasi terhadap perempuan. Menurut saya perempuan butuh diberikan support tambahan, karena mereka memiliki kesulitan dalam mengakses kemudahan finansial. Mereka tidak memiliki keberanian, mereka tidak memiliki dukungan, mereka membutuhkan juga dukungan finansial, karena biasanya perempuan tidak mencantumkan nama mereka dalam kepemilikan properti atau aset, sehingga pada saat mereka mengajukan pinjaman ke Bank, Bank hanya akan melihat kalau mereka tidak memiliki aset yang bisa diagunkan karena aset yang kamu miliki bukan atas nama kamu.

Jadi banyak sekali sebenarnya perempuan yang memiliki kemampuan wira usaha yang baik, namun mereka terjegal kesempatan. Oleh sebab itulah Sankalp berdiri.

3. Bagaimana menurut Ms. Nisha tentang kemungkinan perempuan Indonesia untuk ikut berperan aktif dalam kontribusinya dalam membangun dunia wirausaha?

Saya rasa sangat besar. Bahkan saya percaya bahwa banyak sekali perempuan yang menjadi pengusaha yang lebih baik daripada laki-laki. Mereka sanggup menghasilkan lebih banyak uang sebagai pengusaha, mereka mampu lebih kritis dalam membaca peluang,
Tidak ada alasan kenapa perempuan harus dikesampingkan atau dianggap remeh. Saya percaya kalau perempuan diberi kesempatan untuk memimpin, mereka bisa memberikan hasil yang lebih baik daripada laki-laki. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mempromotewomen entrepreneurship. Dan hal ini berlaku tidak hanya di Indonesia, namun di semua negara. Beberapa korporasi terbesar di dunia saat ini dijalankan oleh perempuan. Jadi sebenarnya tidak ada kendala.

photo credit: ZettaMedia.com

4. Sebagai seorang Indonesia, bagaimanakah perempuan Indonesia dapat mengambil bagian dalam membuat perbedaan pada perkembangan dunia wirausaha di Asia Tenggara?

Menurut saya pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat progresif. Tapi seperti di India, akses untuk bantuan finansial masih sangat terbatas, dan hal inilah yang menjadi kendala. Jadi apabila kita bisa dimudahkan dalam akses finansialnya, maka akan banyak sekali wirausahawan yang mampu membangun ekonomi global dengan lebih baik, baik dalam bentuk retail atau komoditi, dan usaha lainnya.

5. Kalau Ms. Nisha berkesempatan untuk berbicara dengan 3 orang perempuan muda Indonesia, apakah yang ingin dikatakan pada mereka?

Jangan pernah sedih atau putus ada terhadap penolakan. Karena menurut saya, perempuan bisa lebih superior daripada laki-laki. Dan kesempatan bisa timbul kalau kita berpikir kita bisa.
Jangan pernah juga berpikir kalau kamu sebagai perempuan tidak memiliki kesempatan yang sama daripada laki-laki. Kesempatan tidak akan ada artinya kalau kita tidak berani mengambil kesempatan itu dan berbuat sesuatu. Sebaiknya kalau kamu melihat kesempatan, jangan pernah takut untuk mengambilnya. Jangan hanya menunggu kesempatan itu datang kepadamu.
Kamu memiliki kesempatan untuk menjadi contoh yang baik bagi perempuan manapun. Kamu harus hidup dalam semangat yang kamu ciptakan sendiri. Jangan pernah berpikir kalau kamu lebih rendah dan tidak memiliki kelebihan dibandingkan orang lain.
Satu hal yang penting, jadilah pengusaha, jangan bekerja untuk orang lain. Ciptakan pekerjaan dan buatlah pekerjaan untuk orang lain. Be an entrepreneur.

BACA JUGA


[Sankalp Southeast Asia Summit 2017] Membangun Jiwa Kompeten Melalui Marketing Canvass

Inspiratif banget ya RulaWoman. Semoga dengan ini kamu jadi nggak takut lagi untuk menjadi seorang pengusaha muda.

<!–

advertisement
advertisement

–>

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel “Wawancara Personal Rula dengan Nisha Dutt, CEO Intellecap (Initiator Sankalp). Ini Pesannya untuk Seluruh Perempuan Muda di Indonesia!“. Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !

Let’s block ads! (Why?)


Source link

error: Content is protected !!