Men's Gear Personal

Wood Watch: Matoa – Men Style Indonesia

Jam Tangan Kayu

Brand jam tangan asal Bandung ini lahir setelah sang founder Lucky Dana Aria kembali dari Amerika, membeli sebuah jam tangan kayu yang saat itu harganya hampir 2 juta rupiah dan ternyata dibuat di Indonesia. Dengan pola pikir seorang pengusaha, akhirnya laki-laki muda ini membangun brand Matoa dalam usahanya untuk memajukan industri kreatif di tanah air. Tentu, berasal dari Bandung – salah satu kota dengan demografi kreatif tertinggi di Indonesia (termasuk sang walikota Ridwan Kamil), ide kreatif yang berubah jadi bisnis ini tak aneh lagi.

Dengan desain yang mengingatkan penyuka jam manapun pada model-model jam-jam retro yang pernah ada, atau jam-jam populer lainnya yang bisa kita temukan akhir-akhir ini, Matoa memberi nama model jamnya dengan nama-nama pulau di tanah air. Seperti Gili, Alor, Sunda, Moyo, Rote hingga Flores. Karena berbahan utama kayu, tentu pilihan warna sangat terbatas. Either cenderung terang, atau gelap. Tak heran, bila model berwarna gelap akan lebih banyak disukai para konsumen laki-laki. Seperti model Alor, Gili, atau Rote.

Jam Tangan
Of course, dengan bahan utama kayu yang cukup rentan, pembeli jam ini perlu mengetahui bahwa jam tangan Matoa mereka harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Seperti rantai jam yang gampang patah. You must handle it with care. Dengan model yang bergaya folk dan rustik tidak heran pasar Jepang sangat menyukai jam ini.

Model dan bahan unik somehow membuatnya tidak ditakdirkan untuk dipakai semua orang. Butuh gaya pribadi yang unik pula. Mereka yang mau tampil beda, sudah jelas. Sebagai sebuah detail yang melingkar di pergelangan tangan, jam tangan kayu Matoa ini dengan mudah mencuri perhatian siapapun.

Jam Tangan Kayu
Beberapa model Matoa dibuat dengan materi kayu lokal, tapi sisanya masih menggunakan kayu Mapple yang memang masih harus diimpor. Sebuah tantangan lain bagi brand ini, untuk bisa memiliki sumber daya cukup agar bisa memenuhi permintaan pasar yang mungkin terus meningkat. Kabarnya, bila sudah terjual 1000 items Matoa akan menanam kayu yang baru sebagai ganti dari pohon-pohon lokal yang sudah digunakan. Dan pasti angka itu sudah tercapai, bahkan terlewati.

It’s not really a watch for everyone. But everyone who loves nature, something organic, something crafty would love this brand. Mungkin dirimu penyuka jenis jam tangan ini?

Jam Matoa


Source link

error: Content is protected !!